Akhir Yang Pilu, Tapi Ini Adalah Kenyataan

Posted: 29 - Februari - 2008 in Muslimah, Nasehat

bismalh.gif

AKHIR YANG PILU,

TAPI INI ADALAH KENYATAAN

Oleh:

Abu ‘Umar Salim Al-Ajmi Hafizahullah

 

Mungkin sebagian wanita merasa keheranan di saat ditinggalkan oleh kekasihnya yang selama ini selalu bersamanya, padahal dia telah memberikan segalanya dan rahasia kehidupannya. Sehingga Anda akan melihatnya kebingungan, melamun dan bertanya-tanya tentang sebab dia ditinggalkan –setelah sekian lama mereka berpacaran-. Apa kekurangan yang ada padanya, sehingga pacarnya meninggalkannya dan menikahi wanita lain?!

Berikut ini salah seorang korban merintih kesakitan dan melengkingkan jeritan disaat dia menuturkan kisahnya. Sebut saja (S.I) bercerita:

“Aku berkenalan dengan seorang lelaki dan akhirnya aku berikan hati dan perasaanku padanya. Dua tahun hubungan kami berlalu, kami menjalaninya sebagai masa-masa yang paling indah dalam kehidupan kami. Akan tetapi ketika aku meminta darinya untuk menentukan waktu pernikahan, dia menolak dan akhirnya menjauh dariku, seakan-akan dia tidak mengenalku lagi. Dan malah memilih wanita lain yang belum dia kenal sebagai istrinya. Hubunganku dengannya selesai sampai disini, dan akupun memulai berhubungan dengan lelaki lalim lainnya. Aku berusaha untuk melupakan cinta pertamaku dan penghianatan pacar pertamaku. Akupun memberikan rasa cintaku kepada lelaki ini, akan tetapi datanglah masa berpisah, dia tinggalkan aku, dan akupun meresa dihinakan dan direndahkan, tak kalah dengan perasaan yang aku rasakan ketika aku ditinggalkan oleh pacar pertamaku. Ketika aku memutuskan untuk menikah, dia memilih wanita lain yang tidak dia kenal sebelumnya. Dan demikianlah aku dicampakkan oleh lelaki, satu demi satu. Sehingga aku menjadi wanita yang hina, jiwanya hancur dan bejat akhlaknya…

Aku tidak menyalahkan siapa-siapa…akan tetapi aku menyalahkan diriku sendiri dan keadaanku yang telah menjadikanku sebagai mangsa bagi mereka” 1)

Kata-kata ini diucapkan oleh gadis ini yang masih belum memahami sebab dia ditinggalkan oleh para lelaki, sehingga menjadikannya bertanya-tanya keheranan. Permasalahannya, keadaan ini bukanlah keadaan dirinya saja, akan tetapi kejadian ini berkaitan dengan kebanyakan pemudi yang telah mencampakkan rasa malunya dan larut bersama pemuda bejat. Bahkan sering kali para pemudilah yang menjadi penyebab tergodanya para pemuda dan menyeret mereka kedalam kubangan kenistaan, yaitu dengan cara menampakkan kencantikan dan rayuan kepada mereka. Lalu ketika mereka meninggalkannya dan mencari gadis lain, maka dia menyesal dan gundah pikirannya seakan-akan kepalanya pecah kerana kebingungan yang menimpanya.

Dan merupakan sebuah kenyataan, bahwa sangat sedikit sekali laki-laki yang mau menikah dengan wanita yang menjalin hubungan yang diharamkan seperti ini. Karena dia menganggapnya tidak layak untuk dijadikan sebagai pendamping hidup terpercaya. Oleh karena itu, hendaknya kaum wanita tidak tergoda oleh indahnya rayuan dan senyuman manis dan memikat disaat perkenalan pertama, seperti kata seorang penyair:

فَلا تَظَنّنِ أنّ اللَيْثَ يبَْتَسِمُ

إِذَا رَأيْتَ نُيُونَ اللَيْثِ بَارِزَة

Apabila Anda melihat taring-taring singa nampak

Janganlah Anda menyangka bahwa singa sedang tersenyum

Karena sesungguhnya senyuman ini tidak lama lagi akab berubah menjadi keberingasan. Indahnya rayuan tidak lama lagi akan digantikan oleh kenyataan yang selama ini disembunyikan oleh sang pemuda dari gadis itu. Disaat dia berhasil menggapai keinginannya, dia akan pergi darinya dan tidak akan pernah kembali.

Oleh karena itu alangkah baiknya jika kita menukilkan jawaban yang diutarakan oleh orang yang pernah mencoba, semoga jawabannya lebih lengkap lagi sesuai dengan kenyataan dan menjadi pelajaran bagi orang lain.

Seorang bernama (M.M.A) berkata:

“Dikarenakan kepercayaaan pamanku kepadaku, dia memintaku untuk membantu anak gadisnya –yang sedang duduk di bangku SMA- dalam mempelajari pelajarannya. Akupun memenuhi permintaannya, terlebih-lebih anak pamanku lumayan cantik dan berakhlak baik, serta terkenal di kelaurga kampung kami sebagai orang yang berbudi pekerti baik. Dia juga terkenal sebagai seorang gadis yang selalu serius dan tidak suka dengan sikap-sikap yang kurang baik.

Aku selalu duduk disebelahnya, berduaan di dalam sebuah ruangan guna membantu dan menerangkan pelajarannya. Haripun berajalan, dan aku menjadi terbiasa dengannya, hingga akhirnya jika seharian aku tidak dapat melihatnya karena situasi atau yang lainnya aku merasa galau. Dan darinya aku mengatahui kalau ternyata dia juga merasakan perasaan yang sama. Sehingga kamipun berterus terang dan mengakui saling mencintai, terkadang aku menyentuh tangannya dan mencium keningnya, tidak lebih dari itu…

Walaupun aku berhasrat untuk menikahinya, akan tetapi bersama berjalannya hati aku aku mulai dirundung oleh fikiran dan praduga yang tidak-tidak. Akupun bertanya pada diriku: Kenapa dia merelakan tangannya aku remas dan keningnya kucium?

Aku tahu, dia melakukan semua itu karena dia mencintaiku dan akupun tahu betapa sopan serta tegasnya dia dengan orang lain. Akan tetapi aku tidak bisa menghindar dari pertanyaan menyedihkan ini, yang selalu membayang-banyangi fikiranku dan menyakitiku sepanjang waktu:”Selama dia merelakan perbuatan ini untukku, mungkin saja dia akan merelakan untuk orang lain”.2)

Jika Anda memperhatikan kata-kata ini dengan sebenarnya, Anda pasti akan tahu bahwa penolakan dan sikap seperti ini adalah sikap kebanyakan pemuda yang pernah mengalami pengalaman seperti ini. Sebagaimana yang diungkapkan oleh salah seorang penulis disaat dia mengobati permasalahan seperti ini dan membalas surat dari salah seorang korban:

“… Dan para lelaki di negeri kita, wahai saudariku! Enggan untuk menikah dengan wanita yang sudah dia kenal dan dia rindukan, karena wanita ini dalam pandangannya adalah wanita milik semua lelaki, karenanyalah dia tidak akan menjadi ibu dari anak-anaknya” 3).

Aku tidak lupa untuk mengingatkan tentang permasalahan yang sangat penting, yaitu sudah menjadi kebiasaan banyak orang, ketika dihadapkan kepada sebuah masalah, apapun bentuknya, dia menulis surat kepada sebagain konsultan yang memenuhi sebagian halaman Koran atau majalah. Mereka yang menjadikan prolema orang lain sebagai bahan untuk menggoreskan pena mereka. Sehingga sebagian kaum lelaki dan wanita menuliskan surat kepada mereka untuk meminta pendapat. Dan sebagian konsultan ini –sangat disayangkan- justru menjadikan penyebab terjadinya bencana, kejelekan dan fitnah, serta tidak pantas untuk dimintai pendapat.

Anda dapati sebagian wanita yang terlalu lugu apabila terjatuh dalam kesulitan, berkirim surat kepada konsultan fulan dan fulanah untuk meminta nasehat dan jalan keluar. Padahal kebanyakan dari mereka tidak faham akan agama dan tidak juga faham etika. Sehingga mereka akan menjawab dengan apa yang dia pandang cocok dan sesuai dengan gaya hidup yang dia jalani, tanpa melihat petunjuk-petunjuk yang diajarkan oleh syari’at yang suci ini.

Bahkan kebanyakan para konsultan adalah wanita-wanita yang tidak berjilbab dan suka buka-bukaan, bahkan sebagian mereka beragama Kristen (Nashoro) yang tidak pernah perduli dengan kaum muslimah. Oleh karena itu, sangat mengherankan sekali orang-orang seperti mereka diberi kepercayaan dan dimintai jalan keluar.

Disini, aku mengingatkan saudari-saudariku muslimah untuk tidak bersandar kepada para konsultan yang hanya mencari ketenaran dari sela-sela problem orang lain.

Bahkan seharusnya seorang muslimah apabila dihadapkan kepada suatu permasalahan, hendaknya berhubungan dengan pemuka agama dan ulama yang dapat dipercaya. Yang mereka dikenal akan keistiqomahannya, serta semua orang tahu akan kebaikannya. Merekalah yang akan membimbing kepada kebenaran dan menyimpan rahasia serta menasehati orang tanpa harus tahu orangnya, alamat dan rincian seluk beluk kehidupannya, sebagaimana hal ini dilakukan oleh sebagian konsultan.

Padahal tidaklah bisa dirasakan beratnya penderitaan, kecuali orang yang menghadapinya sebagaimana orang bilang:

لاَ يَعْرِفُ الجَرْحَ إلِّا مَنْ بِهِ ألِمُ

 

لاَ تَشْكُو لِلنّاسِ جَرْحًا أنْتَ صَاحِبُهَا

Jangan mengadukan kepada orang lain luka yang engkau derita

Karena tidaklah tahu akan arti luka kecuali orang yang mengalami

Hanya saja para ahli agama dan ulama adalah orang yang paling bisa merasakan akan derita saudara-saudara mereka.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya):”Permisalan kaum mukminin dalam rasa saling mencintai, berlemah lembut dan saling kasih sayang diantara mereka seperti satu tubuh. Ketika ada satu anggota tubuh yang sakit, maka sekujur tubuh tidak akan bisa tidur dan merasakan panas dingin” (HR. Muslim no. 2586).

Kita kembali pada permasalahan semula, aku (penulis) katakan:

Seharusnya seorang gadis yang baik dan suci sangat berhati-hati agar tidak terjerumus ke jalan berduri ini dan tergelincir ke dalam kesesatan seperti ini. Dan hendaknya menyadari bahwa seorang pemuda, walau bagaimana bejatnya tidak akan rela untuk menikah dengan seorang wanita yang dia tidak berkenalan dengannya kecuali dalam rangka main-main dan hura-hura. Ini adalah kenyataan yang tidak mungkin untuk dipungkiri. Dan setiap hari bermunculan saksi-saksi baru yang membuktikan kenyataan ini.

Allah Ta’ala berfirman:

{إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَن كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ} (37) سورة ق

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya” (QS. Qaaf: 37).


Sumber:
ضحية معاكسة

Catatan Kaki:

1. Harian Ar-Risalah, edisi: 1523, tanggal 17/12/1994.

2. Harian Al-Anba’, edisi: 6659, tanggal 20/11/1994.

3. Harian Ar-Risalah, edisi 1523.

Iklan
Komentar
  1. Kami Pindahkan komentar Anda disini karena komentar Ana terdapat Avatar manusia:

    Komentar dari saudari DEWI:

    Salamualaikum…
    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.

    Nasehat yang bagus
    agar saya, kami, para muslimah dapat menjaga diri, الله حافظنا amiin..
    اللهم آمين.

    Meskipun begitu rasanya nasehat ini juga sangat tepat diberikan pada kaum adam,
    kepada para bapak agar memberi peringatan kepada putri-putri mereka tentang keberadaan dan banyaknya pemuda bejat yang berkenalan dengan wanita hanya dalam rangka main2 dan hura2 (alenia terakhir…)
    Na’am. Nasehat ini berlaku untuk ikhwan dan akhwat.

    waah,kalo begitu, wanita muslimah yang selalu menjaga dirinya, memiliki kemungkinan untuk bersuamikan pemuda seperti ini? ehmm… bukannya Allah menjanjikan pasangan yang sepadan?…. :-)
    Tolong Saudari baca artikel ini dengan teliti. Pembahasan semisal ini dapat dilihat pada:https://abdurrahman.wordpress.com/2008/03/07/hukum-menikahi-wanita-hamil-karena-zina/.Semoga Allah memberikan berkah kepada kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s