WAKTU MENGGERAKKAN TELUNJUK KETIKA TASYAHUD

Posted: 21 - September - 2007 in Fatwa, Fiqih, Nasehat

بسم الله الرحمن الرحيم

 

WAKTU MENGGERAKKAN TELUNJUK

KETIKA TASYAHUD

Oleh:

Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah

 


Pertanyaan
: Apa hukum menggerakkan telunjuk dalam tasyahud dari permulaan sampai akhir?

Jawaban: Menggerakkan telunjuk dikerjakan pada saat berdoa’,bukan pada semua tasyahud. Apabila berdoa’ maka jari telunjuk digerakkan sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits.”Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam menggerakkannya saat berdo’a”1). Maksud dari hal ini yaitu bahwasannya orang yang berdo’a itu sedang berdo’a/memohon kepada Allah Azza wa Jalla dan Allah itu berada di langit sebagaimana firman-Nya:

أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاء أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ. أَمْ أَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاء أَن يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ (1617) سورة الملك.

“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?. atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?” (QS. Al-Mulk: 16-17).

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya):Tidakkah kalian percaya kepadaku padahal aku adalah kepercayaan Dzat yang berada di langit2). Jadi Allah Azza wa Jalla berada di langit atau ditempat yang tinggi di atas segala sesuatu. Jika anda berdo’a kepada Allah maka anda sedang menunjuk kea rah yang tinggi.

Oleh karena itu telah jelas riwayat dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau sedang berkhutbah di hadapan manusia saat haji Wada’ dan bersabda:”Bukankah sudah saya sampaikan?” Mereka menjawab:”Benar”. Lalu beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat tangannya ke langit, kemudian mengarahkannya ke arah manusia seraya bersabda:”Ya Allah saksikanlah, Ya Allah saksikanlah (sebanyak tiga kali)3).

Hal ini menunjukkan bahwa Allah Azza wa Jalla berada di atas segala sesuatu. Ini adalah perkara yang jelas baik secara naluri, akal, indera pendengaran, dan ijma’. Untuk itu setiap kali anda berdo’a maka anda menggerakkan jari telunjuk kea rah langit, sedangkan selain itu biarkan saja jari telunjuk itu diam.

Berikut adalah tempat berdo’a ketika tasyahud:

*) Ketika Membaca:

لسلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته

السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين

Semoga keselamatan terlimpah kepadamu wahai Nabi dan rahmat Allah serta berkah-Nya

Semoga keselamatan bagi kami dan bagi hamba-hamba Allah yang Sholih

*) Ketika Membaca:

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد

اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد

Ya Allah, berilah sholawat atas Muhammad dan keluarganya

Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarganya

*) Ketika Membaca:

أعوذ بالله من عذاب جهنم

ومن عذاب القبر

ومن فتنة المحيا والممات

ومن فتنة المسيح الدجال

Aku berlindung kepada Allah dari azab Jahannam,

Dari siksa kubur,

Dari fitnah saat hidup dan mati,

Dari fitnah Masih Ad-Dajjal

Pada kedelapan tempat inilah manusia menggerakkan jarinya kea rah langit. Juga jika berdo’a dengan do’a lainnya maka hendaklah ia menggerakkan jarinya, karena kaidahnya hendaknya menggerakkan jari saat berdo’a.


Sumber: Majmu’ Fatawa Arkanil Islam, soal no. 254.

 

Catatan Kaki:

1) Fathu Robbani 3/147. Dikatakan sanadnya jayyid (bagus/baik, pent).

2) HR. Bukhori 4351; Muslim 1064.

3) HR. Muslim 1218.

Iklan
Komentar
  1. Hiro Kunimi berkata:

    Assalamu’alaikum
    Saya ingin menanyakan sesuatu.
    Berarti kapankah kita mulai mengangkat jari dalam tasyahud?
    Dari awal sampai akhir?
    Atau sebagaimana yang dikerjakan orang-orang Indonesia yaitu mengangkat jari telunjuk ketika membaca Ashadu an laa ilaaha illallah?
    Bisakah ditunjukkan juga dalil-dalil dalam masalah ini?
    Terima kasih atas pernjelasannya.

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh
    Sesuai dengan fatwa Syaikh rahimahullah di atas, kita menggerakkan telunjuk pada delapan tempat yang telah di sebutkan.

    Jika maksudnya dalil-dali yang menunjukkan perintah untuk menggerakkan telunjuk, maka berikut kami ketengahkan beberapa dalil mengenai hal ini.

    1) Hadits dari ‘Abdullah bin Zubair dari Bapaknya, ia berkata:
    كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا جلس في التشهد؛ وضع يده اليمنى على فخذه اليمنى ويده اليسرى على فخذه اليسرى, وأشار بالسبابة…
    “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau duduk pada tasyahud; beliau meletakkan tangan kanannya di atas paha kanannya dan tangan kirinya di atas paha kirinya dan ia menggerakkan telunjukknya…” (HR. Abu Dawud 1/156; An-Nasa’iy 1/187; Ibn Khuzaimah 1/355/718; Al-Baihaqi 1/132; Ahmad 4/3 dari jalan Ibn ‘Ajlam; Menceritakan kepadaku ‘Aamir bin ‘Abdillah bin Zubair dari Bapaknya).

    Berkata Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Al-Ashlu Shifat Sholat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam (3/840):”Sanadnya Hasan”.

    2) Hadits Wail Al-Masyaar
    كان إذا رفع أصبع السبابة, يحركها يدعو بها
    “Sesungguhnya jika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat jari telunjuknya ia menggerakkannya dan berdo’a dengannya” (Dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullah dalam: Al-Irwa’ 2/68-69; Shahih Abi Dawud 717; Tamamul Minnah, hal: 218-222; Silsilah Ahadits Ash-Shahihah 7/551-554).

    3) Hadits ‘Abdullah bin Zubair, ia berkata:
    كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا جلس في الثنتين أو الأربع؛ يضع يده على ركبتيه ثم أشار بأصبعه.
    “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam apabila ia duduk pada raka’at kedua atau keempat ia meletakkan tangannya di atas lututnya kemudian ia menggerakkan telunjuknya” (HR. An-Nasa’iy 1/173; Al-Baihaqi 2/132 dari jalan Ibn Mubarok).

    Berkata Syaikh Al-Albani rahimahullah:”Sanadnya Shahih”. (Ashlu Shifat Sholat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, 3/857.Wallahu Ta’ala A’lam.

    Kuwait; Jum’at, 9 Romadlon 1428 – 21 September 2007

  2. hindun berkata:

    assalamu’alaikum warohmatulloh
    ‘afwan, bagaimana cara menggerakkan telunjuknya, melingkar atau atas ke bawah?

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.

    Silakan Anda baca ulang artikelnya, insyaAllah akan jelas tempatnya.

    terkadang ana melihat ada yang menunjuk telunjuk dari awal tahiyyat sampai akhir. apakah ini ada dalilnya?
    jazaakumullohu khoiron

    Allah Ta’ala A’lam.

  3. harya berkata:

    assalamu ‘alaikum warah matullahi wabarakatuh

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.

  4. Hiro Kunimi berkata:

    Assalamu’alaikum
    Yang saya maksudkan bukanlah menggerakkan telunjuk. Tetapi kapan seseorang mengangkat (bukan menggerakkan) jari telunjuknya ketika sedang tasyahud.
    Apakah dimulai dari attahiyatulillah… Ataukah dimulai dari Asyhadu anlaa Ilaaha Illallah? Sebab di Indonesia ini sering dijumpai dua hal tersebut.
    Manakah yang lebih rajih? Dan bisakah dikemukakan dlil-dalilnya?
    Terima kasih atas jawabannya.

  5. hindun berkata:

    assalamu ‘alaikum warah matullahi wabarakatuh
    ‘afwan, mau tanya. bagaimana dengan pandangan kita ketika mengucap tasyahud akhir? apakah melihat tempat sujud/ ke arah jari telunjuk?

    assalamu ‘alaikum warah matullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s