ASH-SHIYAM; SUAL WA JAWAB

Posted: 31 - Agustus - 2007 in Fiqih, Nasehat

بسم الله الرحمن الرحيم

ASH-SHIYAM; SUAL WA JAWAB

Oleh:

Asy-Syaikh Salim Al-Ajmiy Hafizahullah Ta’ala

 

 

Segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam. Kesudahan yang baik hanya bagi orang-orang yang bertaqwa. Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam-Nya serta memberkahi dan melimpahkan karunia-Nya kepada Nabi kita Muhammad beserta keluarga dan para sahabat.

Amma ba`du…

Bulan Ramadhan yang penuh berkah telah mengahampiri kita, bulan yang padanya Allah melimpahkan berbagai karunia kepada hamba-hamba-Nya. Derajat para orang-orang yang berpuasa diangkat dan kesalahan-kesalahan mereka dihapuskan. Pada bulan ini Allah juga melimpahkan kemurahan berupa berbagai macam karunia dan karamah.

Inilah bulan yang agung; dengan (kemulian)nya pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Syaithan-syaithan dibelenggu sehingga mereka tidak dapat menjalankan tipu daya mereka sebagaimana yang biasa mereka lakukan diluar bulan Ramadhan, seperti menyesatkan dan memalingkan para manusia (dari jalan Allah). Pada bulan ini terdapat lailatul qadar, malam yang lebih utama daripada seribu bulan. Orang yang tidak mendapatkan kebaikan padanya, maka sesungguhnya ia telah terhalang dari banyak kebaikan.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا كان أول ليلة من شهر رمضان، صفدت الشياطين ومردة الجنِّ وغُلِّقت أبوابُ النار فلم يُفْتَح منها بابٌ، وفُتِحَتْ أبوابُ الجنة فلم يُغْلَق منها بابٌ وينادي منادٍ: يا باغي الخير أقبلْ، ويا باغي الشر أقصرْ، ولله عتقاء من النار، وذلك كل ليلة.

’’Apabila awal bulan Ramadhan telah tiba, para syaithan dan jin-jin terlaknat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada satupun dibuka dan pintu-pintu surga terbuka dan tidak ada satupun ditutup. Lalu ada yang menyeru: ’’Wahai pencari kebaikan bergegaslah!, dan wahai pencari keburukan berhentilah..! Dan pada setiap malamnya Allah membebaskan sebagian hamba-Nya dari api neraka’’ 1)

Beliau juga bersabda :

كل عمل بن آدم يضاعف الحسنة عشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف قال الله عز وجل: إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به يدع شهوته وطعامه من أجلي. للصائم فرحتان فرحة عند فطره وفرحة عند لقاء ربه ولخلوف فيه أطيب عند الله من ريح المسك

’’Semua amal perbuatan anak Adam akan dilipat gandakan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: “kecuali puasa; karena sesungguhnua ia adalah bagi-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Orang yang berpuasa meninggalkan syahwat, makan dan minumnya semata karena Aku. Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Dan bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari wangi misik” 2).

Maka hendaknya seorang muslim menyambut bulan ini dengan penuh kegembiraan dan tekad kuat untuk menjalani ibadah puasa pada siang harinya dan shalat sunnat tarawih pada malam harinya. Sereta segera bertaubat dengan sebenarnya dari segala dosa dan kesalahan. Sebagaimana hendaknya seorang muslim memperlihatkan dari dirinya hal-hal yang baik kepada Allah pada bulan ini. Ia jadikan bulan ini sebagai lembaran baru bagi (hubungan) dirinya dengan Tuhannya, sehingga ia bersegera dalam berbuat ketaatan dan menghindari serta menjauhi perbuatan-perbuatan dosa.

Ketahuilah, bahwa tujuan dari ibadah puasa adalah taqwa kepada Allah melalui ittiba` (mengerjakan dan mengikuti) perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya, bukan sekedar untuk tidak makan dan minum saja. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atasa kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertaqwa” 3).

Jadi, ibadah puasa merupakan salah satu cabang dari cabang-cabang taqwa; dengannya seorang hamba dapat memelihara dirinya dari azab Allah dan murka-Nya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa seorang hamba wajib menjadikan ibadah puasanya tulus dan murni hanya untuk mencari keridhaan Allah, tidak menginginkan sedikitpun dari urusan dunia. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غُفِر له ما تقدَّم من ذنبه.

’’Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap (ganjaran dari Allah) maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”4).

Maka seorang muslim haruslah percaya kepada-Nya seraya mengharap ganjaran di sisi Allah. Hal ini tidak akan terwujud melainkan dengan mengikhlaskan ibadah puasa hanya bagi Allah semata. Barang siapa berpuasa dengan tujuan menurunkan berat badannya atau untuk memberikan waktu istirahat bagi lambungnya, maka tidak ada pahala sedikitpun baginya. Bahkan ia berdosa dan terancam bahaya besar, karena ia tidak mengikhlaskan ibadah puasanya bagi Allah. Akan tetapi ia telah berbuat syirik dalam niatnya dan menginginkan dari puasanya untuk suatu urusan dunia.

Dan hendaknya puasa Ramadhan ini dapat menumbuhkan akhlak mulia, membersihkan akhlak buruk. Maka perbanyaklah shalat, membaca al-Qur`an, berbuat baik kepada faqir miskin dan orang-orang yang membutuhkan serta perbanyaklah istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan berbagai macam dzikir yang masyru` lainnya.

Ketahuilah, wahai hamba yang merindukan rahmat Allah, bahwasannya jikalau anda mendapatkan Ramadhan ini, barangkali tidak dapat menyempurnakannya apalagi bisa mendapatkan hari `ied dan hari-hari akhir bulan Ramadhan. Maka hendaknya anda bersungguh-sungguh di dalam berbuat kebaikan. Ingatlah betapa banyak saudara-saudara kita yang dahulunya berada di tengah-tengah kita namun sekarang berada sendirian di dalam kubur, tertimbun di bawah tanah. Ia tidak memiliki seorang kawanpun selain amalnya. Dan sudah sepantasnya bila anda beramal untuk menyongsong suatu hari yang pada waktu itu anda menjadi seperti dia sepanjang kehidupan dunia.

Inilah, demi mencari ganjaran pahala, pemahaman tentang agama dan mengetahui hukum-hukum syari`at yang berkaitan dengan rukun (islam) yang agung ini, maka saya bermaksud menyuguhkan kalimat-kalimat ini di hadapan anda semua. Saya menyajikannya dalam bentuk tanya-jawab. Di dalamnya, saya menghimpun 59 pertanyaan seputar apa yang dibutuhkan oleh orang yang berpuasa untuk dapat menyempurnakan puasanya dengan sebaik mungkin. Dan seputar apa-apa yang selalu dipermasalahkan di kalangan banyak orang, dan lain-lain.

Saya memohon kepada Allah semoga Ia melimpahkan kepada kita taufiq-Nya untuk selalu benar dalam ucapan dan perbuatan. Semoga Allah melimpahkan shlalawat dan salam-Nya kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sekalian sahabat beliau.

Ditulis oleh

Salem Al-`Ajmi

Pada 21/7/1426 H

26/8/2005 M

Kuwait-Al-Jahra`P.O.Box 1476

Salem-alajmi@maktoob.com

www. salemalajmi.com

Selengkapnya….

 

Download Artikel


Catatan Kaki:
1. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dishahikan oleh Al-Albani di dalam Shahih At-Tirmidzi. no, 682.
2. Diriwayatkan oleh Bukhari (1904) dan Muslim (2701).

3. Surat Al-Baqarah: 183

4. Riwayat Bukhari (2014) dan Muslim (1778).

Iklan

Komentar ditutup.