Keringanan-keringanan Dalam Safar

Posted: 12 - Agustus - 2007 in Fatwa, Fiqih, Nasehat

Bismilah

 

 

KERINGAN-KERINGANAN DALAM SAFAR

Oleh:

Asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-‘Utsaimin rahimahullah Ta’ala

  

Pertanyaan: Apa sajakah keringanan-keringanan dalam safar?

Jawab: Keringan-keringanan dalam safar ada empat, yaitu:

Pertama: Mengqashar (=meringkas) sholat empat roka’at menjadi dua roka’at.

Kedua:Boleh berbuka puasa pada waktu Ramadhon dan mengqadlonya (=menggantinya) pada hari-hari lain.

Ketiga:Boleh mengusap khuf selama tiga hari tiga malam, dihitung mulai saat pertama mengusap.

Keempat: Tidak mengerjakan sunnah rawatib dzuhur, ashar, maghrib, dan isya. Untuk sholat sunnah fajr dan sunnah-sunnah lainnya tetap disunnahkan.

Maka hendaknya musafir (=orang yang bepergian) melakukan sholat malam, sunnah fajr , dua roka’at sholat dhuha, sunnah setelah wudlu, dua roka’at sholat tahiyatul masjid, dan dua roka’at saat datang dari safar karena hal tersebut termasuk sunnah, yaitu apabila seseorang baru datang dari safar hendaknya ia memulai masuk masjid dan sholat dua roka’at padanya sebelum ia pulang kerumahnya1).

Demikianlah sholat sunnah lainnya tetap disyari’atkan selain yang telah kami sebutkan di muka yaitu sunnah rawatib dzuhur, maghrib, dan isya karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengerjakan tiga sunnah rawatib ini.

  

Sumber: Majmu’ Fatawa Arkanil Islam, soal no. 315.

Catatan Kaki:

1. Terdapat dalam hadits Ka’ab bin Malik tentang kisah taubatnya, artinya:“Apabila beliau datang dari safar maka beliau memulai dengan masuk masjid dan sholat dua roka’at padanya” (HR. Bukhori 4418; Muslim 2769).

 

 

Iklan
Komentar
  1. Abu Aqil Al-Atsy As-Salafy berkata:

    Assalamu’alaikum akhy karim,
    Apakah ada ketentuan untuk menjama’ sekaligus meng-qasarkan sholat bagi musafir ?
    misalnya, jika seseorang bepergian kemudian hendak pulang ke kampung halaman setelah sholat/waktu zuhur, sementara diperkirakan bahwa akan sampai ke kampung sebelum sholat ashar, bolehkan ia menjama’ sekaligus meng-qasarkan shalat zuhur dan ashar ? Padahal diperkirakan ia sampai ke kampung halaman sebelum waktu Ashar ?

    Jazakallohu khoiron atas Penjelasanya.
    Barakallohu fiik

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.

    Silakan lihat artikel disini https://abdurrahman.wordpress.com/2007/09/01/beberapa-fatwa-ttg-menjama-mengqoshor-sholat/#more-384

    Wa fiik barokallah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s