Fatwa-fatwa Ulama Seputar Hukum Foto Yg Terdapat di KTP dll

Posted: 26 - Juni - 2007 in Fatwa, Nasehat

 Bismilah

Fatwa-Fatwa Ulama Seputar Hukum Foto

 Yang Terdapat Di KTP, Paspor, SIM dan Yang Semisalnya

 

Fatwa-Fatwa Al Lajnah Ad Daimah

Soal: “Apa hukum mengambil gambar dalam bentuk foto karena kebutuhan atau untuk hiasan?”

Jawab: “Menggambar makhluk hidup haram kecuali karena tuntutan darurat seperti menggambil gambar untuk kartu keluarga, paspor, foto-foto penjahat untuk pengenalan mereka agar mereka ditangkap seandainya mereka melakukan kejahatan kemudian melarikan diri dan hal-hal seperti ini yang memang harus.

Wa shallallahu ‘ala nabiyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam.”

Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyah wal Ifta’

Wakil Ketua

Abdurrozaq Afifi

Anggota

Abdullah bin Abdurahman bin Ghodyan

Abdullah bin Sulaiman bin Mani’1)

 
“…Ya, kalau keadaan darurat menuntut untuk mengambil gambar, seperti foto untuk kartu keluarga, paspor, dan foto para penjahat untuk pengenalan mereka agar mereka ditangkap ketika mereka melakukan kejahatan kemudian melarikan diri dan yang seperti ini dari hal-hal yang harus demikian maka yang demikian itu boleh…”2)

 
“…Akan tetapi,kalau keadaan darurat menuntut untuk mengambil gambar, seperti foto untuk kartu keluarga, paspor, dan foto para penjahat untuk pengenalan mereka agar mereka ditangkap ketika mereka melakukan kejahatan kemudian melarikan diri dan yang seperti ini dari hal-hal yang harus demikian maka yang demikian itu boleh…”3)

 
Soal:“Apa sikap seorang muslim terhadap gambar-gambar keterangan yang terdapat di kitab-kitab pelajaran, kitab-kitab ilmiyah dan majalah-majalah islamy yang bermanfaat, dalam keadaan keberadaan gambar-gambar tersebut harus ada sebagai keterangan dan pendekatan paham?”

Jawab:“Menggambar makhluk-makhluk yang bernyawa adalah haram secara mutlak karena keumuman hadits-hadits yang ada. Keterangan-keterangan yang ada di pembelajaran bukanlah sesuatu yang darurat bahkan merupakan perkara-perkara penyempurna sebagai tambahan keterangan. Dan di sana terdapat media-media lain untuk menerangkan yang memungkinkan dengannya untuk mencukupkan diri dari gambar-gambar disaat memahamkan murid-murid dan para pembaca. Dan telah berlalu kurun waktu atas manusia dan mereka tidak memerlukan gambar-gambar dalam proses pengajaran dan penjelasan dan dalam keadaan demikian, mereka lebih mantap ilmunya dan lebih banyak hasilnya. Meninggalkan gambar-gambar, tidaklah merugikan mereka di pembelajaran mereka. Dan tidak juga mengurangi pemahaman mereka terhadap hal-hal yang mereka inginkan, tidak juga mengurangi waktu-waktu mereka dan hikmah mereka di dalam memahami dan memperoleh ilmu. Karena itu, tidak boleh bagi kita untuk melakukan apa yang telah Allah haramkan berupa menggambar (makhluk bernyawa) karena sangkaan kita bahwa hal tersebut adalah darurat, ternyata bukanlah sesuatu yang darurat karena kenyataan membuktikan yang demikian itu tidak diperlukan dalam kurun waktu yang lama.”

 Wa shallallahu ‘ala nabiyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam.

Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyah wal Ifta’

Ketua

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Anggota

Abdurrozaq Afifi

Abdullah bin Ghodyan

Abdullah bin Qu’ud4)

Soal:“Di sana ada beberapa perkara yang membuatku selalu risau. Di antaranya masalah gambar yang terdapat di uang. Sungguh kita medapatkan cobaan dengannya. Masuk ke dalam masjid di dalam saku-saku kita. Apakah masuknya uang-uang tersebut ke dalam masjid menyebabkan larinya malaikat darinya dan tercegah masuk ke dalamnya? Apakah gambar-gambar tersebut termasuk hal-hal yang dihinakan? Gambar-gambar yang dihinakan tidak mencegah masuknya malaikat ke dalam rumah.”

Jawab: “Gambar-gambar yang terdapat di uang, bukanlah kamu sebagai penyebabnya dan engkau dalam keadaan darurat untuk memilikinya dan menyimpannya di rumahmu atau membawanya bersamamu untuk memanfaatkannya dalam jual beli, hadiah, sedekah, melunasi hutang dan yang semisalnya dari maslahat yang disyari’atkan. Maka tidak apa-apa bagimu. Dan yang demikian bukanlah gambar-gambar yang dihinakan bahkan hal-hal yang terjaga tentu saja terhadap apa-apa yang ada di situ berupa nilai uang. Hanya saja terangkat darimu kesalahan karena ini adalah darurat.”

Wa billahi at taufiq wa shallallahu ‘ala nabiyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam.

Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyah wal Ifta’

Ketua

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Wakil Ketua

Abdurrozaq Afifi

Anggota

Abdullah bin Ghodyan

Abdullah bin Qu’ud5)

Soal:“Bersamaku seorang istri, aku termukan padanya sebuah foto berbingkai kecil tersimpan beberapa bulan di dalam sebuah peti. Dan foto ini adalah foto suami saudarinya. Apakah boleh baginya menyimpan foto ini dan hal ini sangat berpengaruh sekali bagiku. Dan dia berkata bahwasanya dia menganggapnya sebagai saudaranya sendiri. Apa hukum kalian atasnya? Baarakallahu fiikum.”

Jawab:“Menggambar makhluk yang bernyawa adalah haram dan termasuk dari dosa-dosa yang besar. Dan oleh sebab itu, tidak boleh bagi istrimu dan bagi yang lainnya untuk menyimpan gambar-gambar tersebut dan yang semisalnya. Dan anggapannya bahwa suami saudarinya seperti saudaranya sendiri tidak menyebabkannya boleh untuk menyimpan apa yang telah diharamkan Allah dari foto-foto. Dan keadaannya sebagai suami saudarinya, tidak menjadikannya sebagai mahram baginya bahkan dia adalah ajnabi (bukan mahram) dan tidak boleh baginya untuk menyimpan fotonya seperti yang lainnya dari manusia.”

Wa shallallahu ‘ala nabiyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam.

Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyah wal Ifta’

Ketua

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Wakil Ketua

Abdurrozaq Afifi

Anggota

Abdullah bin Ghodyan

Abdullah bin Qu’ud

Fatwa Asy Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah

Asy Syaikh berkata: “Jika seseorang dalam keadaan darurat untuk memiliki paspor, apakah untuk haji atau selainnya dari perjalanan-perjalanan yang mesti, atau untuk KTP, SIM, surat tugas, atau uang maka dosa jatuh kepada pemerintah yang menyebabkan engkau dalam keadaan darurat untuk hal ini.

Batasan darurat: Kemaslahatanmu yang wajib bagimu akan hilang disebabkan meninggalkan foto. Adapun foto-foto yang diminta dari pelajar atau dari seorang tentara bukanlah sesuatu yang darurat. Karena mungkin bagi seorang pelajar untuk meninggalkan menuntut ilmu di sekolah-sekolah, kemudian menuntut ilmu di hadapan para ulama’ di masjid-masjid dan seorang tentara mungkin untuk mencari pekerjaan dan meninggalkan ketentaraan.”6)

 Catatan Kaki:

1. Fatwa Al Lajnah Ad Daimah (1/454)

2. Ibid (1/462)

3. Ibid (1/464)

4. Ibid (1/471)

5. Ibid (1/485-486)

6. Hukmu tashwir dzawatil arwah (64)

 

 

 

 

Iklan
Komentar
  1. rozma berkata:

    salam.
    tapi gimana kalo misalkan seorang pelajar kan harus punya kartu pelajar sebagai tanda pengenal,dan didalm kartu pelajar itu ad fotonya?

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.
    Coba anti baca kembali fatwa syaikh Muqbil rahimahullah dalam artikel ini. Barokallah fiik

  2. AISYAH RIKA berkata:

    Bismillah.., lalu bagaimana pandangan ulama terhadap fatwa syaikh ‘utsaimin yang membolehkan foto?! seperti halnya dari kamera dan sejenisnya? Syaikh utsaimin menyatakan bahwa berfoto bukan termasuk menggambar. barakallahu fiq

    Wallahu ‘alam. Tetapi menurut fatwa Lajnah Daimah Saudi Arabia no. 2036 soal no: 1; Fatwa no. 2358 soal no: 4; fatwa no. 3592 soal no: 8; dan Fatwa Lajnah Daimah no. 3247 soal no: 2: Bahwa hukum gambar makhluk hidup adalah haram, baik itu dengan menggunakan alat (kamera dll) maupun dengan menulis/menggambar. Karena perbedaan wasilah (=penghantar) gambar tidak merubah perbedaan hukum gambar (Lihat Fatwa Lajnah Daimah no. 3374).

    Kuwait, 21 Jumadits Tsani 1428 – 6 Juli 2007 M

  3. hindun berkata:

    assalamu’alaikum warohmatulloh
    bagaimana jika sekolah kesehatan yang buku2nya/ pelajarannya pasti ada gambar2 laki2/pr bahkan tubuhnya?

    jazakumullohu khoir

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.
    Menurut fatwa Lajnah Daimah, Saudi Arabia no. 2677 soalno. 2 dan fatwa no. 6531 bahwa hukum gambar makhluk hidup adalah haram secara mutlak, baik itu terdapat dalam buku-buku pelajaran, majalah-majalah (islamiy), koran dll. Dikarenakan keumuman hadits-hadits yang melarang hal itu (gambar, pent).
    Lajnah Daimah Lil Buhuts
    Anggota: Syaikh Abdullah bin ‘Uqud; Anggota: Syaikh Abdullah bin Qodyan; Wakil Ketua: Syaikh Abdur Rozaq Afifiy; Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

    Kuwait, 21 Jumadits Tsani 1428 H- 6 Juli 2007 M

  4. sholeh berkata:

    assalamu’alaikum

    untuk menjadi dokter, dll kan harus mengetahui betul seluk beluk tubuh manusia dan ini bisa dilakukan kalau ada gambar yang menyertai di dalam buku2 pelajaran. bagaimana dengan kasus ini? tanpa ada gambar dan foto tentu tidak mungkin calon dokter bisa memahami tugasnya dengan baik.

    wassalamu’alaikum

  5. Muhammad berkata:

    Assalamu ‘alaiku. wr. wb.
    Sampai dimana sebenarnya batasan tentang DARURAT?apakah didasarkan pada nalar dan logika/ukuran pikiran manusia saja terhadap suatu masalah,kalo ini parameternya,maka standar ini akan sangat relatif pada setiap orang.Saya pernah membaca,bahwa DARURAT itu hanya terkait hidup dan matinya seseorang jika tidak melakukan suatu hal yang memang dia butuhkan.misal:jika seorang tdk makan babi padahal makanan yang ada saat itu HANYA babi,maka dikhawatirkan jika tidak makan ia akan mati.tolong penjelasannya ust.
    Jazakallah khairan kazaa…………..
    wassalamu ‘alaikum wr. wb

  6. Muhammad berkata:

    Jazakallah khairan jazaa……

  7. Muhammad berkata:

    assalamu ‘alaikum wr. wb.

    Ust…
    apakah sama hukum MENGGAMBAR/GAMBAR dengan FOTO,bukankah keduanya berbeda dari sisi fakta?
    Kalo menggambar kan jelas adalah hasil karya tangan secara langsung..sedangkan foto adalah benda yang dihasilkan oleh benda yang lain, dengan jalan pemindahan obyek benda melalui lensa camera.bagaimana tanggapan ust terhadap pendapat orang yang membolehkan foto tapi mengharamkan gambar seperti yang telah dijelaskan keharaman gambar.mohon penjelasannya…
    Jazakallah khairan jazaa….
    wassalamu ‘alaikum wr. wb

  8. Dewi berkata:

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Ust, saya seorang gadis berumur 13 tahun. Seperti gadis kebanyakan, saya sangat menyukai komik dan saya bisa menggambar seperti kartun komik tersebut. Apakah itu juga menggambar makhluk bernyawa, meskipun bentuknya dan rupanya tak terlalu mirip dengan manusia?
    Kalau dilihat pada kenyataannya, peran gambar sangat bergantung di jaman sekarang. Di majalah Islamipun banyak dipanjang gambar. bagaimana denagn tabloid yang penuh foto artis? Bagaimana mungkin polisi bisa mencari penjahat buron tanpa fotonya? bagaimana kita mengabadikan momen-momen bersejarah (proklamasi, kelulusan, dsb) tanpa memotretnya? bagaimana pula calon dokter belajar tanpa mengetahui seluk-beluk tubuh manusia? apa harus membedah manusia asli? Di buku Biologi sayapun terdapat banyak gambar makhluk bernyawa. tapi tanpa gambar itu saya tidak akan pernah tahu yang seperti apa bentuk lambung, usus dan jantung kecuali saya melihatnya langsung. begitu juga presiden amerika Bush.
    Kata teman saya, menggambar boleh saja asal tidak di pajang dan tidak disembah. Benarkah? saya sejujurnya suka sekali baca dan menggambar komik. Namun jika itu diharamkan saya akan sgera berhenti. Tapi tolong jelaskan, karena kakak saya kan masuk univ kedokteran dan saya ingin lebih tahu hukumnya.
    Maaf jika terlalu panjang, tolong dijawab.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s