Hukum Pemutlakan Ajaran Isa Kepada Nashrani

Posted: 14 - Juni - 2007 in Aqidah/Manhaj, Bantahan, Fatwa

 Bismilah

HUKUM PEMUTLAKKAN AJARAN ISA KEPADA NASHRANI

DAN PENGIKUT AL-MASIH KEPADA AGAMA NASHRANI

 
Oleh:

Asy-Syaikh Muhammad Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah

 

Samahatusy Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah ditanya:”Memutlakkan ajaran Isa ‘alaihi salam kepada agama Nashrani dan pengikut Al-Masih kepada agama orang-orang Nashrani. Apakah ini benar?”

Jawab: Tidak diragukan bahwa menisbatkan (=menyandarkan) orang-orang Nashrani kepada Al-Masih Ibn Maryam setelah diutusnya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah penisbatan yang tidak benar. Karena jika ini benar, tentulah orang-orang Nashrani beriman kepada Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sesungguhnya beriman kepada Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah bukti dari iman mereka kepada Al-Masih Isa ibn Maryam ‘alaihi sallam. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءهُم بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ (6) سورة الصف.

“Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS. Ash-Shof: 6).

Tidaklah Al-Masih Isa ibn Maryam memberi kabar gembira kepada mereka dengan datangnya Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam kecuali agar mereka beriman kepada apa yang dibawa beliau. Karena kabar gembira yang tidak bermanfaat adalah perkataan yang tidak berguna,yang tidak mungkin diberikan kepada manusia yang paling rendah martabatnya, terlebih hal ini bersumber dari seorang Rasul yang mulia, termasuk ulul azmi, yaitu Isa ibn Maryam ‘alaihi sallam. Dan yang diberitakan oleh Isa ibn Maryam kepada Israil yaitu Muhammad shalallahu ‘alahi wa sallam.

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ أَخَذَ اللّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّيْنَ لَمَا آتَيْتُكُم مِّن كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءكُمْ رَسُولٌ مُّصَدِّقٌ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنصُرُنَّهُ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُواْ أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُواْ وَأَنَاْ مَعَكُم مِّنَ الشَّاهِدِينَ (81) سورة آل عمران

“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”.Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui.” Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu.”  (QS. Ali-Imron: 81).

Dan yang datang kepada mereka untuk membenarkan apa yang ada pada mereka adalah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, karena Allah Ta’ala berfirman:

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءهُمْ عَمَّا جَاءكَ مِنَ الْحَقِّ …”(48) سورة المائدة.

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu…” (QS. Al-Maidah: 48).

Jawaban ringkasnya: Bahwa penisbatan orang-orang Nashrani pada Al-Masih Isa ibn Maryam ‘alaihi sallam adalah penisbatan yang mendustakan kenyataan yang ada, karena mereka kafir terhadap berita Al-Masih Isa ibn Maryam ‘alaihi sallam, yaitu akan datangnya Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kufurnya mereka terhadap Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan kufurnya mereka terhadap Isa ibn Maryam ‘alaihi sallam.

 
Dinukil dari: Majmu’ Fatawa Arkanil Islam, soal no. 118.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s