Hukum Menyerupakan Allah Dengan Makhluk-Nya

Posted: 10 - Juni - 2007 in Aqidah/Manhaj, Bantahan, Fatwa

 Bismilah

HUKUM MENYERUPAKAN ALLAH

DENGAN MAKHLUK-NYA

 
Oleh:

Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah

 

Soal: Apa hukum orang yang menyakini bahwa shifat-shifat Allah (Kholiq) seperti shifat-shifat makhluk-Nya?”

Jawab: Orang yang menyakini bahwa shifat-shifat kholiq (=pencipta) seperti shifat-shifat makhluk adalah sesat, hal itu karena shifat-shifat kholiq tidak seperti shifat-shifat makhluk sebagaimana dinyatakan dalam nash Al-Qur’an. Allah Ta’ala berfierman:

“….لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ (11) سورة الشورى.

“…Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat” (QS. Asy-Syura: 11).

Tidak boleh mempersamakan dua hal dalam nama atau shifat dengan mempersamakan secara hakikatnya, ini adalah kaidah yang sudah diketahui.

Bukankah manusia mempunyai wajah dan ontapun mempunyai wajah? Keduanya sama dalam hal nama akan tetapi tidak sama dalam hakikat. Onta mempunyai kaki dan semut kecilpun mempunyai kaki, akan tetapi apakah kedua kaki itu serupa? Jawabnya: Tidak. Jadi mengapa tidak kamu katakana bahwa Allah Azza wa Jalla mempunyai wajah dan wajah-Nya tidak sama dengan wajah-wajah makhluk-Nya, sedangkan Allah mempunyai tangan dan tangan-Nya tidak serupa dengan tangan  makhluk-Nya. Allah Azza wa Jalla berfirman:

“يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاء كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ …”(104) سورة الأنبياء.

“(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran – lembaran kertas…” (QS. Al-Anbiya’: 104).

Apakah disana ada tangan dari tangan-tangan makhluk seperti tangan ini? Jawabnya tentunya “tidak”!! Jadi, harus kita ketahui bahwa kholiq tidak serupa dengan makhluk, tidak serupa dalam dzat-Nya dan tidak serupa dalam shifat-Nya.

“….لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ (11) سورة الشورى.

“…Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat” (QS. Asy-Syura: 11).

Oleh karena itu selama-lamanya tidak boleh membanyangkan shifat-shifat Allah atau menduga-duga bahwa shifat-shifat Allah seperti shifat-shifat makhluk-Nya.

 

Dinukil dari: Majmu’ Fatawa Arkanil Islam, soal no. 40.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s