Fatwa Ulama Ahlus Sunnah Tentang Belajar Di Tempat Ikhtilatiyah

Posted: 24 - Mei - 2007 in Fatwa, Nasehat

 Bismilah

FATWA ULAMA AHLUS SUNNAH

TENTANG BELAJAR DI TEMPAT IKHTILATIYAH

Oleh:

Asy-Syaikh Abu Abdirrahman Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri hafaizahullah

 

Soal:
“Di tempat kami ada sebagian salafiyin yang telah mengenal dakwah salafiyah setahun atau dua tahun atau bahkan lebih. Bersamaan dengan itu mereka masih terus belajar di bangku perkuliahan ikhtilathiyah dan memakain pantaloon dan berkata, “Ini termasuk dalam bab mengambil bahaya yang paling ringan dari dua jenis amalan yang berbahaya.” Dari sisi bahwasanya meninggalkan kuliah tersebut merupakan sebab kedurhakaan kepada orang tua. Dan telah diketahui bersama bahwasanya memakai pantaloon itu lebih ringan bahayanya dari pada durhaka kepada orang tua. Demikian pula belajar di tempat itu. Pertanyaannya, bagaimanakah kebenaran dari ucapan itu? Semoga Allah membalas Asy Syaikh dengan kebaikan.”

Jawab:
“Ucapan ini tidak benar. Bahwasanya mereka belajar di bangku perkuliahan ikhtilathiyah memakai pakaian orang kafir dan berkata, Artinya,”Ta’atilah orang tua kalian!” Ini tidak benar. Nabi shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam berkata, Artinya, “Tiada ketaatan kepada makhluk dalam kedurhakaan kepada Allah” (HR Bukhari 7145 dan Muslim 1840 dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu)

Juga beliau shalallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam berkata :

Artinya:”Ketaatan hanyalah di dalam perkara yang ma’ruf.” (Hadits Jabir riwayat Muslim)

Dan Allah berfirman:”Dan apabila keduanya memaksamu untuk berbuat syirik kepadaKu, yang engkau tidak punya ilmu tentangnya, maka janganlah engkau taati keduanya dan tetaplah engkau pergauli keduanya di dunia dengan baik. Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu. Kemudian hanya kepadaKulah tempat kembali kalian. Lalu akan Aku beritakan tentang apa yang telah kalian lakukan.”(Luqman 15)

Maka perkara yang wajib dikerjakan oleh para orang tua dan para anak dan seluruh masyarakat adalah memperhatikan dan mementingkan ketaatan kepada Allah Ta’ala. Adapun barang siapa yang memerintahkan untuk berbuat maksiat, tidak boleh ditaati siapapun dia. Maka istihsan semacam ini merupakan kehinaan dan pengkaburan fatwa bahwasanya hal tersebut merupakan ketaatan.

Kami berpandangan untuk saudara-saudara kami salafiyin dalam rangka nasihat karena Allah : Jauhilah oleh kalian istihsanaat semacam ini dan juga jauhilah kemaksiatan-kemaksiatan yang bernaung di bawah alasan-alasan seperti ini. Jauhilah!

Allah berfirman :

Artinya:”Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah Dia akan menjadikan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tak terduga. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan mencukupkan kebutuhannya.”(Ath Tholaq 2-3)

Ucapan yang mereka katakan itu tidak benar.

 

(Al As’ilah Indonesiah 2 ramadhon 1424 H)


*) Penerjemah : Abu Fairuz Al Indonisi*

Iklan
Komentar
  1. itu sama saja kalo antum katakan bahwa semua orang islam tidak boleh mempelajari ilmu-ilmu seperti ilmu kedokteran, otomotif dan lain-lain, sebab untuk mempelajari hal-hal tersebut tentunya kita harus masuk ke smk atau ke sekolah-sekolah lainnya. Dan setahu ana diindonesia tidak ada pondok pesantren yang mempelajari masalah kedokteran, otomotif, listrik dll. yang ada malah mereka melarang kita untuk mempelajari hal-hal tersebut. Mereka yakni para ustadz itu, justru terkadang mengatakan kepada kami “kamu pilih kuliah atau taklim?” lalu setelah itu dia datang kepada kami sambil mengatakan “antum bisa menyusun kurikulum di pondok kami ngak?” dan ini tentunya sangatlah aneh!!! maka wajar kalo kami katakan kepada ustadz itu “lho?, bukannya kamu dulu yang menyuruh kami untuk memilih antara kuliah dan taklim?.”

    maka ana mohon kepada antum, tolong berikan solusi yang tepatnya itu gimana? jangan cuma bisanya larang sana, larang sini tanpa mengeluarkan solusi yang jelas.

  2. narimo berkata:

    lebih rumut lagi kalo dikaitkan dengan fakta bahwa ilmu tentang IPA, FIsika, Antarikasa, Nuklir, komputer, adalah ilmu yang diformulakan oleh orang kafir, artinya tidak seorangpun boleh belajar ilmu dari orang kafir, sebab meniru sebagian dari perilaku orang kafir artinya sama dengan kafir. Jadi salafiyun yang belajar komputer, ilmu kedokteran adalah kafir

    Betapa dangkalnya pemahaman anda tentang makna hadits “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka” dan begitu mudahnya anda mengkafirkan seseorang.

  3. wan Abdilah berkata:

    Sungguh kering sekali ajaran dari manhaj salaf ini. Pantas Taliban kalah di Afganistan hanya karena warga negaranya tidak boleh belajar tentang Ilmu yang bersifat duniawi.
    Ajaran Salafi kayak gini bukan lah ajaran ISLAM

    Benarkah???

    Bukankah ‘Segala kebaikan adalah dengan mengikuti jejak Salaf. Dan segala kejelekan ada pada bid’ahnya kaum khalaf ‘

  4. Abul Izz berkata:

    Assalamualaikum
    Akhi,bagaiman dengan sodara sodara kita yang mereka belajar ilmu dunia di universitas untuk maslahat kaum muslimin sendiri?
    Dan di Indonesia ini,jarang sekali universitas yang tidak ikhtilat,hatta itu di fakultas teknik(yang biasanya di isi laki laki),ada saja wanitanya
    Ana harap antum memperjelas masalah ini. Karena yang ana dapat tangkap dari pertanyaan di atas adalah alasannya adalah tidak ingin melawan orangtua.Tidak disebutkan alasan alasan yang lain.Dan setahu ana para ulama menjawab pertanyaan sesuai dengan teks pertanyaannya,oleh karena itu,dalam bertanya pada ulama,harus jelas pertanyaannya.
    Afwan,kalo ada yang salah.mohon koreksinya
    Barakallahu fikum
    Assalamualaikum

  5. narimo berkata:

    ana pernah dapat fatwa dari satu situs, bahwa pakai topi pet itu bisa berarti kafir, karena bertassabuh/meniru pakaian orang kafir.

    Permasalahan ini pernah kami bahas di https://abdurrahman.wordpress.com/2007/04/10/fatwa-fatwa-tentang-beberapa-pelanggaran-yang-umum-terjadi/#more-230.

    Lantas dengan dalil apa anda mengatakan kami TELAH mengkafirkan???Tunjukkan BURHAN kalian jika memang kalian orang-orang yang benar.

    Selanjutnya, ketika kami tanya tentang hadits yang telah anda tuliskan anda malah lari ke masalah yang lain. Kami tahu bahwa anda hanya bisanya copy paste tanpa mengetahui inti masalahnya.

  6. haryo berkata:

    @atasku,
    saya rasa akh abdurrahman tidak dalam posisi mengkafirkan seorang pun

  7. abu muhammad heriyanto berkata:

    [1] lebih rumut lagi kalo dikaitkan dengan fakta bahwa ilmu tentang IPA, FIsika, Antarikasa, Nuklir, komputer, adalah ilmu yang diformulakan oleh orang kafir, artinya tidak seorangpun boleh belajar ilmu dari orang kafir, sebab meniru sebagian dari perilaku orang kafir artinya sama dengan kafir. Jadi salafiyun yang belajar komputer, ilmu kedokteran adalah kafir
    [2] ana pernah dapat fatwa dari satu situs, bahwa pakai topi pet itu bisa berarti kafir, karena bertassabuh/meniru pakaian orang kafir.
    ================================
    sebaiknya anda berhati-hati ketika menyimpulkan suatu permasalahan dan juga berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan. dari pernyataan nomer [1], terlihat begitu jeleknya pemahaman anda terhadap suatu permasalahan (dalam hal ini permasalahan tasyabuh terhadap orang2 kafir) yang menyebabkan anda terjatuh dalam kesalahan yang sangat fatal, yaitu bermudah-mudahan dalam meyimpulkan kafirnya seseorang..(Jadi salafiyun yang belajar komputer, ilmu kedokteran adalah kafir)
    untuk yang nomer [2], bisakah anda tunjukkan kpd kami fatwa tersebut?fatwa yang ditampilkan di situs ini berkaitan dengan memakai topi pet adalah : “Jika topi termasuk pakaian (kebiasaan) orang-orang kafir, maka diharamkan bagi seorang muslim untuk mengenakannya, berdasarkan hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam:(”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia merupakan bagian dari mereka” (HR. Ahmad) )
    Berkaitan dengan tasyabuh terhadap orang2 kafir, berapa banyak kaum muslimin yang telah terkikis keimanannya disebabkan perkara ini. berapa banyak kaum muslimin yang tidak lagi mengenal agamanya karena tasyabuh ini? berapa banyak kaum muslimin yang meninggalkan kewajiban2 agamanya karena perkara ini? berapa banyak kaum muslimin yang berbangga diri ketika membiasakan diri dengan adat kebiasaan orang kafir, tetapi merasa hina, malu dan takut ketika menampakkan kepribadian muslimnya? dan juga, berapa banyak kaum muslimin yang malah takut terhadap islam (islamophobia) dan justru bangga terhadap kebiasaan orang2 kafir?
    Bukankah ini bukti nyata dari betapa besar bahaya yang mengancam kaum muslimin ketika mereka membiasakan diri mereka dengan kebiasaan2 kaum kafir….Dan bahaya yang paling besar tentunya adalah bisa menyebabkan seorang muslim keluar dari agamanya secara tidak sadar, apabila tasyabuh tersebut berkaitan dengan aqidah islamiyah..
    Alllah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam kitabnya yang mulia (yang artinya) : “dan orang2 yahudi dan nashoro tidak akan pernah rela terhadap kalian, sehingga kalian mengikuti agama mereka…”
    Dan Rasulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “barang siapa yang meyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut…”
    dan dalam hadits yang lain beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Dan sungguh kalian akan mengikuti jejak langkah orang2 sebelum kalian (yaitu orang2 yahudi dan nashoro) sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai-sampai bila mereka masuk ke liang dhabb (binatang sejenis biawak yang hidup di padang pasir), niscaya kalian akan mengikuti mereka”
    Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Penyebutan lafadz jengkal, hasta, dan liang dhabb, adalah sebagai kinayah tentang kuatnya penyerupaan umat ini terhadap Yahudi dan Nashara. Sedangkan penyerupaan di sini dalam hal kemaksiatan dan pelanggaran-pelanggaran syar’i, bukan dalam hal kekafiran.” (Syarh Shahih Muslim 16/436).
    Dan juga Rasullallah adalah seorang yang senantiasa menyelisihi adat kebiasaan orang2 yahudi dan nashoro : “Orang ini (yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) tidaklah mendapati sesuatu pada kami (orang yahudi) kecuali berusaha untuk menyelisihinya”
    dan untuk lebih jelasnya tentang perkara tasybuh ini, ada baiknya jika kita membaca artikel ” Tasyabuh, bahaya laten di tengah umat ini” yang terdapat dlm majalah Asy Syari’ah (bisa di cari di situs Majalah Asy Syari’ah)..
    Jika ada yang keliru dari komentar saya diatas, mohon untuk dikoreksi..
    wallahu a’lamu bish showwab

    Jazakallah Khoiron. Semoga Al-Akh narimo dapat NARIMO nasehat ini.

  8. Artikel yang sangat bagus, membuat kita sadar betapa berbahayanya belajar ditempat2 ikhtilath. Afwan ya akh, kalo komentar ana agak ngawur, maklumi saja memang orang awam seperti saya kalo sudah kehabisan hujjah biasanya langsung ngamuk.
    Artikel ini juga menggambarkan bahwa para ulama ahlussunnah sangatlah perduli kepada kita, mereka tidak tega melihat kita masuk kedalam neraka.
    a’udzu bil laahi minannaar
    a’udzu bil laahi minannaar
    a’udzu bil laahi minannaar
    a’udzu bil laahi minannaar
    a’udzu bil laahi minannaar
    a’udzu bil laahi minannaar
    a’udzu bil laahi minannaar

    Semoga kita semua diberikan hidayah oleh-Nya, Amiin.

  9. Abu Luqman berkata:

    Assalamu’alaikum..
    Kaifa Halukum?
    Bagaimana dengan menempatkan nama perkuliahan ikhtilat di belakang Salafy?
    Seperti SalafyITB (?) atau salafyIAIN (?) atau salafyPARAMADINA (?)…
    Bagaimana juga apabila landasannya dengan melihat berbagai kondisi dan tashowwur yang ada?
    Yang ana tw, apabila menisbatkan ke tempat maka tidak apa-apa. Seperti Ahlussunnah-jakarta, almakassari, dllnya.
    # jazakallohu khoiron #

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh

  10. irfandra berkata:

    Pada surat akh Ahmad terakhir, dikatakan bahwa dia telah menerima semacam artikel atau sejenisnya tentang belajar di tempat ikhtilath. So bisakah saya mendapatkan artikel yang seperti itu? Atau dimana saya bisa mendapat artikel seperti itu?
    Terima kasih sebelumya

    Maksud anda Akh Ahmad Al-Makasariy? Allahu A’lam apa beliau pernah menyebutkan hal yang demikian. Semoga al-akh Ahmad membaca risalah anda ini dan menjawabnya.

  11. untuk irfandra:
    Maksud ana ya.. artikel yang diatas itu.
    Sangat bagus.

  12. edy berkata:

    Aslmlkm wr wb, sbgi org awam sy sgt menghrgi pendirian yg hanif dr salafi bgtu bsrnya kecintaan thdp dawah yg bersumber dr quran dan hadist. Allah jg tdk prnh membrtkan ketaatan umatnya sesuai dgn ilmu yg dimlki. berfikir sesuai kemampuan dan beramalah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s