Hukum Bersafar Untuk Berziarah Ke Kuburan Nabi

Posted: 16 - Mei - 2007 in Aqidah/Manhaj, Fatwa, Nasehat

 Bismilah

HUKUM BERSAFAR UNTUK BERZIARAH

KE KUBURAN NABI SHALALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Oleh:

Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah

 

Soal: Apa hukumnya safar (berpergian) untuk berziarah ke kuburan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam?

Jawab: Melakukan perjalanan untuk berziarah ke kuburan di manapun kuburan itu berada tidaklah diperbolehkan, karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد؛ الحرام ومسجد الرسول صلى الله عليه و سلم ومسجد الأقصى.

“Janganlah kalian bersemangat melakukan perjalanan kecuali ke tiga tempat, yaitu: Masjidil Haram (Makkah), Masjid Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam (Madinah) dan Masjidil Aqsho”(HR. Bukhori no. 1189; Muslim no. 1397).

Maksudnya adalah bahwa janganlah kamu mengadakan perjalanan kemanapun di bumi ini dengan tujuan ibadah. Karena tempat-tempat yang boleh dikunjungi secara khusus hanyalah tiga masjid, dan selanjutnya tidak boleh. Maka kuburan Nabipun tidak boleh dikunjungi. Yang diperbolehkan hanyalah perjalanan ke Masjid Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan sesampainya di sana orang di sunnahkan berziarah ke kuburan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak disunnahkan bagi wanita. Allahu Muwafiq.

 

Majmu’ Fatawa Arkanil Islam, soal no. 83.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s