Hukum Membajak Program Komputer Dan Sebagainya

Posted: 30 - Maret - 2007 in Fatwa, Fiqih

HUKUM MEMBAJAK PROGRAM KOMPUTER DAN SEBAGAINYA

Oleh: Lajnah Ad-Daimah, KSA

a. Pertanyaan ke-2 dari fatwa no. 18845

Soal: Apakah saya boleh merekam salah satu kaset dan menjualnya, tetapi tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada pemegang hak, paling tidak kepada rumah produksi yang khusus mengurus hak rekaman? Dan apakah saya boleh memfotocopy salah satu buku dan mengumpulkannya dalam jumlah besar dan setelah itu menjualnya? Dan bolehkah saya memfotocopy salah satu buku tetapi tidak untuk menjualnya, tetapi saya mengoleksinya untuk keperluan pribadi. Sementara buku-buku ini mencantumkan tulisan “Hak cipta dilindungi”. Apakah saya perlu meminta izin atau tidak? Tolong beritahu kami mengenai masalah ini, mudah-mudahan Allah memberikan berkah kepada anda.

Jawab: Tidak ada larangan merekam kaset yang memuat hal-hal yang bermanfaat dan menjualnya, juga memfotocopy buku-buku dan menjualnya. Sebab, hal itu dapat membantu menyebarkan ilmu pengetahuan, kecuali jika pemegang haknya melarang melakukan hal tersebut, dank arena harus meminta izin kepada mereka.

Wabillahi taufiq. Dan mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya.

Syaikh Bakr Abu Zaid (Anggota); Syaikh Sholih Fauzan Al-Fauzan (Anggota); Syaikh Abdullah Al-Ghudyan (Anggota); Syaikh Abdul Aziz Alu-Syaikh (Wakil Ketua); Syaikh Abdul Aziz bin Baaz (Ketua).

b. Fatwa no. 18453

Soal: Saya bekerja di bidang computer. Sejak saya mulai bekerja di bidang computer ini, saya biasa mengcopy dan menginstall program untuk bias dijalankan. Hal ini saya lakukan tanpa membeli CD yang berisi program asli. Perlu diketahui, pada CD tersebut terdapat peringatan yang menyebutkan “Hak cipta dilindungi”, yang menyerupai istilah yang tertulis dalam buku “All right reserve” (semua hak cipta dilindungi). Pemilik program ini bias seorang Muslim dan bias juga kafir. Pertanyaan saya, apakah boleh mengcopy (atau menginstall) dengan cara seperti ini atau tidak?

Jawab: Tidak boleh mengcopy (menginstall) program yang pemegang hak ciptanya melarang, kecuali dengan izin mereka. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam:

المسلمون على شروطهم

“Kaum muslimin itu berpegang pada persyaratan mereka” (HR. Baihaqi dalam Sunanul Kubro VII/248; Abdur Rozaq dalam Mushannaf-nya VIII/377; Al-Hakim II/57 no. 2309; Ad-Daruquthni II/606 no. 2854; Abu Dawud no. 3594. Hadits ini di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’ul Ghalil V/142 no. 1303).

Juga sabda beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam:

لا يحل مال امرئ إلا بطيبة من نفسه

“Tidak dihalalkan harta seorang muslim kecuali yang diberikan dari ketulusan hatinya yang dalam” (HR. Baihaqi dalam Sunan-nya VIII/182; Ahmad V/276 no. 15488; Ad-Daruquthni II/602 no. 2849-2850. Hadits ini di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil no. 1459).

Demikian juga dengan sabda beliau:”Barangsiapa yang lebih dulu pada suatu hal yang mubah, maka dialah yang paling berhak terhadapnya”.

Baik pemegang hak cipta program itu seorang muslim maupun kafir yang bukan harbi, karena hak orang kafir yang bukan harbi harus juga dihormati, sebagaimana halnya dengan hak seorang muslim.

Wabillahi taufiq. Dan mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya.

Syaikh Bakr Abu Zaid (Anggota); Syaikh Sholih Fauzan Al-Fauzan (Anggota); Syaikh Abdullah Al-Ghudyan (Anggota); Syaikh Abdul Aziz Alu-Syaikh (Wakil Ketua); Syaikh Abdul Aziz bin Baaz (Ketua).

Sumber: Fatawa Lajnah Daimah lil Buhuts, kitab Buyu’ (1).

 

 

Iklan
Komentar
  1. xtrasalafy berkata:

    Alhamdulillah…
    kami telah membaca fatwa tentang “Program Bajakan” di :

    http://www.darussalaf.org/index.php?name=News&file=article&sid=627

    Tetapi ada yang kami tidak mengerti, mohon ustadz dapat menjawabnya secara rinci mengenai fatwa tersebut.

    Di fatwa tersebut tertulis kita tidak boleh mengamvil hak orang muslim bahkan orang kafir (yang bukan harbi). Lalu apakah itu berarti kita diperbolehkan mengambil hak-haknya orang kafir harbi, seperti halnya “Software-software buatan orang kafir harbi” seperti misalnya microsoft ataupun produk software kafir harbi yang lainnya. Syukron atas jawabannya karena sangat penting bagi kami.

    Silakan antum bertanya kepada orang-orang yang berkompeten dalam masalah ini di Indonesia. Antum bisa tanyakan ketika durus atau lewat e-mail, misal ke admin darussalaf.org atau majalah asy-syari’ah. Barokallahu fiikum.

    Kuwait, 14 Rabi’ul Awwal 1428 – 1 April 2007

  2. abuhusam berkata:

    assalamualaikum akhi..

    XtraSalafy adalah orang yang ga jelas manhajnya akhi. Lihat, dia me link ke situsnya jafar umar thalib. sebaiknya link-link seperti ini jangan di tampilkan. Barokallahu fikum

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.
    Jazakumullah khoiron katsiro atas informasi antum. Waktu kami lihat link yang beliau tulis, kami hanya melihat tulisan Salafy Indonesia tanpa mengklik link yang tercantum dalam web beliau, karena yang kami tahu nama web JUT bukan Salafy Indonesia.

    Kuwait, 21 Rabi’ul Awwal 1428 – 8 April 2007

  3. budi berkata:

    saya mau tanya yang namanya negara muslim itu apa pak

    negara yang masyarakatnya muslim mayoritas
    negara yang pemimpinnya orang islam
    negara yang menggunakan undang undang dari ajaran islam
    negara yang mencampuradukkan aturan islam dan aturan yang dibuat mereka sendiri
    atau negara negara yang lain…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s