KESHOHIHAN HADITS PERPECAHAN UMAT

Posted: 22 - Maret - 2007 in Aqidah/Manhaj, Hadits

KESHAHIHAN HADITS PERPECAHAN UMAT

Oleh: Abu Muhammad Abdurrahman Sarijan

Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya serta berlindung kepada Allah dari kejahatan hawa nafsu dan kejelakan amalan kita.

Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Allah Azza Wa Jallah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ (102) سورة آل عمران.

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim” (QS. Ali Imron: 102).

Firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (1) سورة النساء.

“Hai manusia, bertaqwalah kepada Rabbmu yang telah menjadikan kamu dari satu jiwa dan menciptakan darinya istrinya dan Dia memperkembangbiakkan dari keduanya laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah senantiasa mengawasi kalian” (QS. An-Nisaa’: 1)

Amma ba’du

Sebaik-baik perkataan adalah Kalamullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam. Dan sesungguhnya sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dalam agama dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap yang bid’ah adalah Neraka tempat kembalinya.

Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan kepada kita bahwa umat ini (baca: Islam) akan terpecah belah menjadi beberapa golongan sebagaimana apa yang telah terjadi pada umat-umat terdahulu (Yahudi dan Nashrani). Namun ada saja orang-orang yang menyangkal hal ini (baca: terjadinya perpecahan umat), oleh karenanya dalam tulisan ini –insyaAllah- kami akan ketengahkan dalil-dalil yang menunjukkan akan terjadinya perpecahan pada umat ini (baca: Islam). Dalil-dalil itu sebagai berikut;

A. Al-Qur’anul Kariim

1. Allah Ta’ala berfirman:

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَةَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (103) سورة آل عمران

“Dan berpeganglah kamu semuanya kapada tali Allah1) dan janganlah kamu berpecah belah, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh musuhan, maka Allah memepersatukan hatimu lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada ditepi jurang Neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk” (QS. Ali Imron: 103).

2. Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَاخْتَلَفُواْ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُوْلَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (105) سورة آل عمران

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang berpecah belah dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat” (QS. Ali-Imron: 105).

3. Allah Ta’ala berfirman:

شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاء وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ (13) سورة الشورى

“Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrohim, Musa dan Isa, yaitu:’tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya’. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali kepada-Nya” (QS. Asy-Syuura: 13).

4. Allah Ta’ala berfirman:

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (153) سورة الأنعام

“Dan inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain yang banyak) yang akan mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya” (QS. Al-An’am: 153).

5. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءتْ مَصِيرًا (115) سورة النساء

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa dengan kesesatannya dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam adalah seburuk-buruknya tempat kembali” (QS. An-Nisa’: 115).

B. Al-Hadits

1. Hadits dari Abi Hurairah radhiallahu ‘anhu.

تفرقت اليهود على إحدى وسبعين أو اثنين وسبعين فرقة والنصارى مثل ذلك وتفترق أمتي على ثلاث و سبعين فرقة.

“Telah berpecah belah umat Yahudi menjadi tujuh puluh satu golongan atau tujuh puluh dua golongan dan demikian juga umat Nashrani. Dan akan terpecah belah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan” (HR. At-Tirmidzi no. 2642; Ibnu Majah no. 3991. Berkata At-Tirmidzi: Hasan Shahih)2).

Sedangkan lafadz lain hadits yang berasal dari Abi Hurairah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah berbunyi:

تفرقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة وتفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة

“Telah berpecah belah umat Yahudi menjadi tujuh puluh satu golongan dan akan berpecah belah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan”.

Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala mengomentari hadits di atas:”Sanadnya hasan, rijal-rijalnya seluruhnya tsiqoh dan mereka adalah rijal-rijal Bukhori-Muslim, kecuali Muhammad bin ‘Amr, maka dia ini hasanul hadits sebagaimana kami terangkan dalam Silsilah Ahadits Ash-Shohihah no. 203. Dan hadits ini dishahihkan oleh At-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Al-Hakim.3)

2. Hadits dari ‘Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu

افترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة فواحدة في الجنة وسبعين في النار, وافترقت النصارى على ثنيتين وسبعين فرقة فإحدى وسبعين في النار و واحدة في الجنة والذي نفس محمد بيده لتفترقن أمتي على ثلاث وسبعين فرقة واحدة في الجنة وسبعين في النار, قيل يا رسول الله من هم؟ قال: هم الجماعة

“Telah berpecah belah umat Yahudi menjadi tujuh puluh satu golongan, satu golongan di Surga dan tujuh puluh golongan di Neraka. Dan telah terpecah belah umat Nashrani menjadi tujuh puluh dua golongan, tujuh puluh satu golongan di Neraka dan satu golongan di Surga. Demi dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, benar-benar akan terpecah belah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan, satu di Surga dan tujuh puluh dua golongan di Neraka”. Sahabat bertanya:’Siapakah mereka ya Rasulullah?’. Sabdanya:”Mereka adalah Al-Jama’ah” (HR. Ibn Majah; At-Thabari dalam Al-Kabir 18/70; Al-Lalaka’I dalam Syarh I’tiqod Ahlus Sunnah Wal Jama’ah 1/101; Al-Hakim dalam Mustadrak 1/47).

Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala dalam mengomentari hadits di atas:”Sanadnya jayyid, rijal-rijalnya semuanya tsiqoh ma’ruf selain ‘Ubaad Sa’id Al-Qurasyiy Al-Hamashiy, beliau meninggal pada tahun 250 H. Dan hadits yang berasal darinya diriwayatkan oleh Ibn Majah. Hadits ini aku keluarkan dalam Silsilah Ahadits Shahihah no. 1492.4)

3. Hadits dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu.

إن بني إسرائيل افترقت على إحدى وسبعين فرقة وإن أمتي ستفترق على ثنيتين وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة وهي الجماعة.

“Sesungguhnya bani Isroil telah terpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan, dan sesungguhnya umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan, semuanya masuk Neraka kecuali satu, dan mereka adalah Al-Jama’ah” (HR. Ibn Majah n0. 3990).

Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala:”Hadits Shahih. Hadits ini telah aku keluarkan dalam Silsilah Ahadits Shahihah no. 203 dari hadits Abi Hurairoh radhiallahu ‘anhu dan no. 204 dari hadits Mu’awiyah radhiallahu ‘anhu.

Hadits dari Mu’awiyah radhiallahu ‘anhu adalah sebagai berikut;

إن هذه الأمة ستفترق على إحدى وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة وهي الجماعة

“Sesungguhnya umat ini (Islam) akan terpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan, semuanya masuk Neraka kecuali satu (golongan), mereka adalah Al-Jama’ah”5).

4. Hadits dari ‘Irbadl bin Sariyah radhiallahu ‘anhu

وعظنا رسول الله صلى الله عليه وسلم يوما بعد صلاة الغدة موعظة بليغة ذرفت منها العيون ووجلت منها القلوب, فقال رجل: إن هذه موعظة مودع فماذا تعد إلينا يا رسول الله, قال: “أوصيكم بتقوى الله والسمع والطاعة وإن عبد حبشي فإن من يعش منكم يرى اختلافا كثيرا وإياكم ومحدثات الأمور فإنها ضلالة فمن أدرك ذلك منكم فعليه بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المحديين عضوا عليها بالنواجد…”

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menasehati kami setelah sholat dengan nasehat yang menggetarkan hati dan membelalakkan mata, maka kami berkata:’Ya Rasulullah, ini seperti nasehat orang yang akan berpisah, maka wasiatilah kami’. Beliau bersabda:”Aku wasiatkan pada kalian untuk bertaqwa, mendengar dan ta’at, meskipun yang memerintah kalian adalah seorang Habasyiy (budak). Barangsiapa diantara kalian hidup setelahku, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah khulafa’ ar-rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku. Gigitlah ia dengan gigi gerahammu…” (HR. Abu Dawud no. 4607; AT-Tirmidzi no. 2676; Ibn Majah no. 42; Ahmad 4/126,127).

Berkata At-Tirmidzi:”Hadits Hasan Shahih”.

Berkata Ibn Rajab Al-Hanbali rahimahullah Ta’ala:”Bahwasannya secara zhahir sanad hadits ini jayyid mutashil dan periwayatannya adalah tsiqoh masyhur.

Berkata Al-Hafidz Abu Nu’aim:”Termasuk dalam hadits yang jayyid dari hadits-hadits yang shahih”6).

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala dalam mentakhrij hadits di atas menerangkan sbb;

a. Hadits dengan sanad dari Abdul Wahhab bin Najdah; telah berkata Walid bin Muslim, dari Abdullah bin Al-‘Ala’ dari Yahya bin Abi Al-Matha’, ia berkata:”Aku telah mendengar ‘Irbadl bin Sariyah berkata:’Bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam (matan hadits di atas)

Berkata Syaikh Muhammad Nashiuddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala:”Hadits Shahih, rijal-rijalnya tsiqoh, akan tetapi Al-Walid bin Muslim seorang mudalis, tetapi hadits ini diperjelas (diperkuat) dengan sanad yang lain yang akan disebutkan setelah ini. Hadits dengan sanad ini dishahihkan oleh Ibn Hibban no. 102 dan selainnya, lihatlah ta’liq saya terhadap kitab Al-Misykah no. 165. Dan hadits yang dikeluarkan oleh Ibn Majah no. 43 dengan sanad: Telah berkata kepadaku Abdullah bin Ahmad bin Dzakun Ad-Damsiqi, telah berkata Al-Walid bin Muslim, telah berkata kepadaku Abdullah bin Al-‘Ala’ –yakni Ibn Zabir-, menceritakan kepadaku Yahya bin Abi Al-Matha’, ia berkata:’AKu mendengar ‘Irbadl bin Sariyah berkata, kemudian ia menyebutkan hadits tersebut…’. Saya (Syaikh Al-Albani rahimahullah) berkata:”Sanad hadits ini shahih mutashil…”.

b. Telah berkata ‘Amru bin ‘Utsman, telah berkata Baqiyah bin Al-Walid, dari Bahir bin Sa’ad dari Kholid bin Ma’dan dari Abdurrahman bin ‘Amr As-Salamiy dari ‘Irbadl bin Sariyah, sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (matan hadits).

Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala:”Hadits shahih, semua rijal-rijalnya tsiqoh walaupun ada ‘an’anah7) Baqiyah akan tetapi hadits ini ada penyertanya sebagaimana kita ketahui. Hadits dengan sanad ini diriwayatkan oleh: At-Tirmidzi no. 2676, ia berkata:”Hadits Hasan Shahih”; Ahmad 4/126,127; Abu Dawud no. 4607; Ad-Darimi 1/44-45; Ibn Hibban no. 102; Al-Hakim 1/95, ia berkata:”Shahih, padanya tidak ada ilat (=penyakit/cacat) dan disepakati oleh Adz-Dzahabi…”.

c. Telah berkata Isa bin Kholid, telah berkata Abu Al-Yaman, telah berkata Isma’il bin ‘Iyasy dari Arthah bin Munzir dari Al-Muhashir bin Habib dari ‘Irbadl bin Sariyah, ia berkata (matan hadits).

Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala:”Hadits Shahih, semua rijalnya tsiqoh selain Isa bin Kholid, ia tidak saya ketahui (majhul).Ia bukanlah Isa bin Kholid Al-Yamamiy yang biodatanya terdapat di dalam kitab Al-Jarh Wat Ta’dil 3/1/275 dan tarikh ibn Asakir 14/4/1-2…”.

d. Telah berkata Muhammad bin ‘Auf, telah bekata Abu Al-Yaman dari Isma’il bin ‘Iyash dari Sulaiman bin Salim dari Yahya bin Jabir dari Abdurrahman bin ‘Amr dari ‘Irbadl bin Sariyah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam (matan hadits).

Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala:”Sanadnya shahih, semua rijalnya tsiqoh…”.

e. Telah berkata kepadaku Abdurrahim bin Mutharif Ar-Ruwaisiy, telah berkata kepadaku Isa bin Yunus dari Tsur bin Yazid dari Kholid bin Ma’dan dari Abdurrahman bin ‘Amr dari ‘Irbadl bin Sariyah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam (matan hadits).

Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala:”Sanadnya shahih, semua rijalnya tsiqoh…”.

f. Telah berkata kepadaku Husain bin Hasan, telah berkata kepadaku Al-Walid bin Muslim, telah berkata kepadaku Tsur bin Yazid dari Kholid bin Ma’dan dari Abdurrahman bin ‘Amr As-Salamiy dan Hajar bin Hajar Al-Kala’iy dari “irbadl bin Sariyah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam (matan hadits).

Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah Ta’ala:”Sanadnya shahih, semua rijalnya tsiqoh. Husain bin Hasan adalah Ibn Harb As-Salamiy Al-Maruziy, ia tsiqoh, meninggal pada tahun 246. Lihat hadits no. 27 8) dan hadits yang menyertainya berasal dari Abdul Malik bin As-Shabah Al-Misam’iy, telah berkata kepadaku Tsur bin Yazid yang dikeluarkan oleh Ibn Majah no. 44.9)

5. Hadits dari Ibn Mas’ud radhiallahu ‘anhu.

عن عبد الله بن مسعود, قال: حط لنا رسول الله صلى الله عليه و سلم يوما خطا ثم قال:”هذا سبيل الله” ثم خط خطوطا عن يمنه وعن شماله ثم قال:”هذه سبل على كل سبيل منها شيطان يدعو إليه, ثم تلا: ((وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ)).

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, ia berkata:’Pada suatu hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menggambar garis dan berkata:”Ini adalah jalan Allah”, lalu ia menggambar garis-garis disisi kanan dan kirinya (dari garis yang pertama) kemudian bersabda:”Ini adalah jalan-jalan, pada setiap jalan itu ada Syaithan yang menyeru padanya”, lalu ia membaca ayat (artinya):“Dan inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain yang banyak) yang akan mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya” (QS. Al-An’am: 153) (HR. Ahmad 1/813; An-Nasa’i).

Catatan Kaki:

1) Makna tali Allah dalam ayat ini adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Hal ini sebagaimana diterangkan oleh sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Abu ‘Ubaid dalam Fadhaailul Qur’an hal: 75; Ad-Darimi II/433; Ibn Nashir dalam As-Sunnah no. 22; Ibn Ad-Dhurais dalam Fadhaailul Qur’an, hal: 74; Ibn Jarir dalam tafsirnya no. 7566 (tahqiq Ahmad Syakir); At-Thabari IX/9031; Al-Ajurri dalam Asy-Syari’ah, hal: 16; Ibn Bathah dalam Al-Ibaanah no. 135. Riwayat ini Shahih.

2) Hadits Hasan Shahih adalah hadits shahih lii ghoirihi karena adanya riwayat-riwayat shahih yang menguatkan hadits hasan lii dzatihi (An-Nukat, hal: 93).

3) Zhilalul Jannah Takhrij Kitabus Sunnah, 1/33.

4) Zhilalul Jannah Takhrij Kitabus Sunnah, 1/32.

5) Idem, 1/32-33.

6) Jami’ Ulum Wal Hikam, hal: 325.

7) Yang disebut dengan ‘an’anah adalah hadits yang diriwayatkan dengan lafadz ‘an (عن). Jumhur ulama mengatakan bahwa hadits yang demikian ini diterima apabila tidak ditemukan rawi yang mudalis di dalamnya. Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Syaikh ‘Ali bin Hasan bin Abdil Hamid (Lihat An-Nukat, hal: 171).

8) No hadits dalam kitab Zhilalul Jannah.

9) Zhilalul Jannah Takhrij Kitabus Sunnah 1/17-19.

Iklan
Komentar
  1. […] Kam 29 Mar 2007 KESHOHIHAN HADITS PERPECAHAN UMAT Posted by Abu Faruq as Salaf under Hadist  KESHOHIHAN HADITS PERPECAHAN UMAT […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s