Benarkah Bumi Mengelilingi Matahari?

Posted: 15 - Maret - 2007 in Aqidah/Manhaj, Fatwa

BENARKAH BUMI MENGELILINGI MATAHARI?

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah

Dhohir dalil-dalil syar’I menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah yang menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam dipermukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhohir dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk mentakwilkan dari dhahirnya. Diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam adalah sebagai berikut:

1.Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman tentang Nabi Ibrahim akan hujjah-nya terhadap orang-orang yang menentang Rabb, firman-Nya:

فَإِنَّ اللّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ …(258) سورة البقرة.

“…sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia (matahari) dari barat…” (QS. Al-Baqoroh: 258).

2.Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman tentang Nabi Ibrohim:

فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَآ أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ (78) سورة الأنعام.

“Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata:’Inilah Rabku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata:’Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan” (QS. Al-An’am: 78).

Jika Allah menjadikan bumi mengelilingi matahari, niscaya Allah akan berfirman:”Ketika bumi itu hilang darinya (matahari, pent)”.

3.Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَت تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ … (17) سورة الكهف

“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari arah gua mereka ke sebelah kanan dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu…” (QS. Al-Kahfi: 17).

Dalam ayat di atas Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu berasal dari bumi, maka niscaya Allah akan berfirman:”gua mereka condong darinya (matahari)”. Begitu juga bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah (matahari) yang berputar meskipun dilalah-nya sedikit dibandingkan dengan dilalah firman-Nya:”condong dan menjauhi mereka”.

4.Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (33) سورة الأنبياء.

“Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS. Al-Anbiya’: 33).

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu berkata:”Berputar dalam satu garis edaran alat pemintal”. Penjelasan itu terkenal darinya.

5.Allah Azza wa Jalla berfirman:

يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا…(54) سورة الأعراف

“Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat…” (QS. Al-A’rof: 54).

Allah menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang bergerak dan sudah maklum bahwa siang dan malam itu mengikuti matahari.

6.Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman:

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ (5) سورة الزمر

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Az-Zumar: 5).

Firman-Nya:”Menutupkan malam dan siang” artinya memutarkannya seperti tutup sorban menunjukkan bahwa berputar adalah dari malam dan siang di atas bumi. Kalau saja bumi yang berputar atas keduanya (malam dan siang) niscaya Dia berfirman:”Dia menutupkan bumi atas malam dan siang”. Dan makna firman-Nya:”…matahari dan bulan, semuanya berjalan” menerangkan apa yang terdahulu menunjukkan bahwa matahari dan bulan keduanya berputar dengan putaran yang semestinya, karena menundukkan yang bergerak dengan gerakannya lebih jelas maknanya daripada menundukkan yang tetap diam tidak bergerak.

7.Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا. وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا (1-2) سورة الشمس

“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya…” (QS. Asy-Syams: 1-2).

Makna “mengiringinya” adalah datang setelahnya, dan itu adalah dalil yang menunjukkan atas berjalan dan berputarnya matahari dan bulan atas bumi. Seandainya bumi yang berputar mengelilingi keduanya tidak akan bulan itu mengelilingi matahari, akan tetapi kadang-kadang bulan mengelilingi matahari dan kadang-kadang matahari mengiringi bulan, karena matahari kedudukannya lebih tinggi daripada bulan. Dan untuk menyimpulkan ayat ini membutuhkan penelitian.

8.Allah Azza wa Jalla berfirman:”Dan suatu tanda (kekuasaan Allah Yang Maha Besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapn Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya” (QS. Yaasiin: 37-40).

Penyandaran kata berjalan kepada matahari dan Dia jadikan hal itu sebagai kadar/batas dari Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Menunjukkan bahwa hal itu adalah jalan yang sesungguhnya dengan kadar yang sempurna, yang mengakibatkan terjadinya perbedaan siang dan malam dan batas-batas waktu. Dan penetapan batas-batas edar bulan menunjukkan perpindahannya di garis edar tersebut. Kalau seandainya bumi yang berputar mengelilingi, maka penetapan garis edar itu untuknya bukan untuk bulan. Peniadaan bertemunya matahari dengan bulan dan malam mendahului siang menunjukkan pengertian gerakan muncul dari matahari, bulan, malam dan siang.

9. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Dzar r.a dan matahari telah terbenam. Artinya:”Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi?” Dia (Abu Dzar) menjawab:’Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu’. Beliau bersabda:”Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah Arsy, kemudian minta izin lalu diizinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu dia tidak diizinkan. Kemudian dikatakan kepadanya; Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari arah barat (tempat terbenamnya)” atau sebagaimana sabdanya1).

Firman-Nya:“Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari tempat terbenamnya” sangat jelas sekali menunjukkan bahwa matahari itulah yang berputar mengelilingi bumi. Dengan putarannya itu terjadinya terbit dan terbenam (siang dan malam).

10. Banyak hadits-hadits yang menerangkan tentang penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari, maka maka jelaslah bahwa hal itu terjadi dari matahari bukan dari bumi.

Boleh jadi disana masih banyak dalil-dalil lain yang tidak saya hadirkan sekarang, namun apa yang telah saya sebutkan sudah cukup. Wallahu Muwaffiq.

 

Dinukil dari: Majmu’ Fatawa Arkanil Islam, soal no: 16.

Catatan kaki:

1) HR. Bukhari no. 3199; Muslim no. 159.

Iklan
Komentar
  1. xyz berkata:

    http://harry***.com/

    Berkata Al-Hafidz Ibn Katsir dalam Muqodimah kitab tafsirnya:”Sesungguhnya penafsiran yang paling baik adalah Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, Al-Qur’an dengan hadits, dan Al-Qur’an dengan atsar sahabat…” Demikian kurang lebihnya. Jawaban ini juga untuk saudara joesatch

  2. @ al-akh joesach
    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Kami ucapkan jazakumullahu khoiron atas komentar anda di blog kami. Ketahuilah, kami tidak menampilkan komentar anda di blog kami dikarenakan pada sisi komentar anda terdapat gambar makhluk hidup (seorang wanita yang tabaruj dan sedang memegang sesuatu yang diharamkan dalam agama (rokok)). Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Sesungguhnya orang yang paling keras azabnya adalah para penggambar” dan juga sabdanya:”Sesungguhnya malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar”. Dan kami berhak memilah dan mimilih apa-apa yang masuk di blog kami.

    Sebagaimana anda ketahui bahwa blog kami adalah blog dien(agama)sehingga hal ini amatlah riskan bagi kami dan ketahuilah bahwa KAMI BERADA DI ATAS MANHAJ SALAF DAN BUKAN BERADA DI ATAS MANHAJ KALAF, artinya segala sesuatunya kami berusaha untuk merujuk kepada generasi terbaik ummat ini (Sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in). Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Sebaik-baiknya generasi adalah pada masaku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya…”. Kami harap dari uraian ringkas ini anda dapat mengambil pelajaran.

    Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  3. antosalafy berkata:

    Ya. Salut kepada Akh Abu Muhammad. Semoga Mr. J paham dan diberi hidayah oleh Allah ta’ala. Barakallahu fiikum

    Jazakallahu khoiron katsiro.Sesungguhnya segala pujian hanya milik Allah semata.
    Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Kuwait, 3 Rabi’ul Awaal 1428 – 21 Maret 2007

  4. Eko Suprapto Wibowo berkata:

    Tinggal meluncurkan satelit dan menangkap semua gerakan benda2 langit.

    Ya Allah, …. betapa …. tidak mungkin saya memilih Salafy

    Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita untuk mengikuti generasi terbaik umat ini. Allah Ta’ala berfirman:
    وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءتْ مَصِيرًا (115) سورة النساء
    “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin (salafus sholih, pent), Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali” (QS. An-Nasa’: 115).
    Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda::“Sebaik-baiknya manusia adalah pada masaku (sahabat), kemudian setelahnya (tabi’in), kemudian setelahnya (tabi’ut tabi’in)…”(HR.Bukhari; Muslim).

  5. Bismillah

    Coba saya pikirkan seperti ini.
    Kalau Matahari mengelilingi bumi, … mana bisa melewati selat antara merkurius-venus-bumi-mars
    Dengan fakta spt ini saja, semua dalil yang dipaparkan beliau, total tertolak.
    Bathil

    Btw, di dalil2 di atas, tidak ada SAMA SEKALI disebutkan Matahari mengelilingi Bumi, yg dikatakan bahwa Matahari Beredar, sama spt benda2 antariksa lainnya. Fakta ini sangat revolusioner di masa itu. Di masa faham Geosentrism (bumi mengelilingi matahari) masih dipaksakan Oleh GEREJA.
    Saya membela Allah disini.
    Dari kebodohan seorang ulama.

    Coba tengok link ini :
    Heliocentric
    Geocentrism

    DEMI ALLAH, mohon Antum mempelajari dua link tersebut, dan fahami kenapa Allah menekankan sekali di Al-Qur’an pentingnya fakta bahwa Matahari beredar, Bumi berputar (ups, mohon dicek, adakah di alqur’an menyebutkan bahwa bumi berputar, yang seingat saya hanya fakta bahwa bumi berbentuk bulat seperti telur angsa), bukan keduanya itu : baik Heliocentric (matahari pusat alam semesta) ataupun Geocentrism (bumi yg pusat alam semesta). Yg benar semuanya berputar : bumi berputar mengelilingi matahari, matahari sendiri berputar mengelilingi “sesuatu” (entah bintang yg besar lainnya), dan semua ini terus berputar dalam skala yg melebar keluar.

    Tak ada sama sekali fakta Matahari Mengelilingi Bumi..
    Sama sekali tak ada.

    Kalau ada, hm hm hm, itu harusnya Bible… atau kitab Allah yang diubah2 isinya lainnya.
    Atau … putar balik dengan dalil dari seorang ulama, yang harus menerima kenyataan : semuanya harus bahu membahu untuk memecahkan Rahasia Al-Qur’an. Muhaditstsin harus belajar kepada Astronom untuk memperkuat cintanya kepada Rasulullah SAW bahwa semua fakta ilmiah di alam ini disampaikan. Jangan senang dengan kata “dalil”. … Apa akibatnya kalau SAMA SEKALI TAK ADA DALAM ISTILAH … Salafy adalah manhaj yang selamat.

    Btw, kok antum bisa2nya menyisipi salafus sholih di ayat An-Nisa’ tersebut? Huuuuuf….

    Tetap silaturahim, dan saling menyapa dengan senyum dan salam


    Subhanakallahumma wa bihamdika
    Asyhadu anlaa ilaaha illa anta
    Astaghfiruka wa ‘atubuilaika

    Ya akhi, manjalankan perintah agama itu bukan berdasarkan akal tetapi tauqifiyyah (Al-Qur’an dan Al-Hadits).

    Ketahuilah, apabila kita tidak mengetahui suatu perkara maka kita diperintahkan untuk bertanya kepada ahlinya (ulama) karena mereka adalah pewaris para nabi. Allah Ta’ala berfirman:“Dan bertanyalah kamu kepada ahli dzikir (ulama) jika kamu tidak mengetahui”.

    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Ulama adalah pewaris para nabi”.

    Jika anda merasa membela agama Allah, tolong jelaskan kepada kami akan tafsir ayat-ayat yang Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah sebutkan. Bukankah ulama menjelaskan segala sesuatu bukan berdasar akal, akan tetapi berdasar dua wahyu yang apabila kita mengikutinya akan selamat selamanya (baca: Al-Qur’an dan Al-Hadits).

    Kemudian, berdasar keterangan Al-Hafidz Ibn Katsir dalam muqodimah kitab tafsirnya ia menerangkan:“Sesungguhnya penafsiran yang terbaik adalah al-qur’an dengan al-qur’an, al-qur’an dengan hadits, dan al-qur’an dengan perkataan slafus sholih…”. Maka ketengahkanlah hujjah anda, jika anda adalah orang-orang yang benar.

    Ya akhi, sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman:“Sesungguhnya orang yang paling takut kepada Allah adalah ulama”. Apakah para ulama menfasirkan ayat-ayat-Nya hanya berdasar ra’yu saja? sungguh jauh hal ini dilakukan oleh para ulama robbaniyyin.

    Allah Ta’ala berfirman:
    وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءتْ مَصِيرًا (115) سورة النساء
    “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin (salafus sholih, pent), Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali” (QS. An-Nasa’: 115).

    Coba antum baca kitab-kitab tafsir, misal Tafsir As-Sa’di; Ibn Katsir tentang makna ayat ini “dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin”.Kamudian baru anda berkomentar. Semoga Allah memberi kemudahan kepada anda.

    Kuwait, 5 Rabi’ul Awwal 1428 – 23 Maret 2007

  6. Arif Isnaeni berkata:

    Assalamualaikum……..

    kalo dari pembelajaran yang saya dapat………..

    semua benda langit di tata surya kita (Matahari, merkurius, venus, bumi,
    mars, yupiter, saturnus, uranus, pluto, maupun benda langit lainnya)
    bergerak dalam suatu lintasan tertentu……………

    bersama dengan tata surya lain di sekitar tata surya kita (dalam satu Galaxy)

    mereka akan berputar pada pusat Galaxy…………….

    dan Galaxy-galaxy tersebut juga bergerak……………..

    Hanya Allah yang tau ……….Bagaimana seluruh benda langit tersebut bergerak

    Wa ‘alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh
    Allah Ta’ala berfirman:
    وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (33) سورة الأنبياء.
    “Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya (QS. Al-Anbiya’: 33).
    Berkata Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu:“Berputar dalam satu garis edaran alat pemintal”.

    Kuwait, 6 Rabi’ul Awwal 1428 – 24 Maret 2007

  7. xyz berkata:

    Assalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

    :) Kaifa haaluk ? (sok tau mode on:))

    Langsung bertanya Ustadz :

    1.Apakah kamu menganggap ulama rujukanmu itu dewa sehingga jika ada kesalahan tetap dibela ?

    2Saya pernah membaca, kalau ga salah, ibnu qayyim menganggap bumi itu datar. apakah demikian ? Saya lupa pernah baca dimana..maaf jika salah. Saya juga pengagum Ibnu Qayyim.

    BTW:
    3.Apakah tafsir alquran yang bersifat diluar addiin telah lengkap ?
    4.Apakah tafsir alquran yang bersifat diluar addiin bersifat tauqifiyyah ?
    5.Apakah tafsir alquran yang bersifat diluar addiin bisa ditafsirkan HANYA dari literatur salaf ?Bukankah kadang2 salafiyyun juga mengambil dari luar ? Misal Ibnu Qayyim membuat buku madarijus salikin dari koreksi buku madazilus sairin penulis kaum sufi.

    next, Lalu;
    6.Apakah kebenaran, diluar addin, HANYA dimiliki oleh salafi ?

    Kalau demikian,
    7.mengapa salafi tdk menembus luar angkasa ?
    8.mengapa salafi tidak menciptakan sesuatu apapun penemuan bersifat duniawi yang tercatat sejarah ? Yang ada malah ibnu sina yg tidak dianggap salafy oleh salafyun, yang tercatat sejarah. Pdhal bisa jadi kesalahannya CUMA krn kurang informasi/hujjah, artinya niat dibalik niatnya mungkin saja lurus. Bukan niat seperti kaum syiah.

    9.Apa makna hadis:

    KAMU LEBIH TAHU URUSAN DUNIAMU
    KAMU LEBIH TAHU URUSAN DUNIAMU
    KAMU LEBIH TAHU URUSAN DUNIAMU

    Wa ‘alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.
    Jazakallah khoiron katsiro atas komentarnya. Pergunakanlah cara ilmiyah (bersumber dari Al-Qur’an, as-sunnah, atsar sahabat) dalam membantah artikel ini.Ketahuilah, baha artikel ini dibangun atas dasar tersebut jadi bukan atas dasar ra’yu.

    Kuwait, 7 Rabi’ul Awwal 1428 – 25 Maret 2007

  8. student berkata:

    Assalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

    apakah anda sudah di butakan dari batin sampai ke zhahirnya.

    Wa ‘alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

    Kuwait, 9 Rabi’ul Awwal 1428 – 27 Maret 2007

  9. UII student berkata:

    ini artikel pembodohan

    Sebelumnya maaf, nama anda sebenarnya STUDENT atau UII STUDENT?
    Benarkah? buktikan kebenarannya berdasarkan dalil-dalil yang shahih ya akhi.

    Kuwait, 9 Rabi’ul Awwal 1428 – 27 Maret 2007

  10. UII student berkata:

    sungguh sy belum pernah melihat artikel sebodoh ini yang ditulis oleh seorang ulama

    Sekali lagi benarkah? dan kami harap anda dapat menunjukkan dalil-dalil syar’i.

    Kuwait, 9 Rabi’ul Awwal 1428 – 27 Maret 2007

  11. Fauzan berkata:

    Jazakallahu khayr atas artikelnya.

    sungguh orang orang yang tidak tahu memang cenderung menolak pendapat mentah mentah, walaupun itu adalah kebenaran.

    bumi adalah pusat alam semesta, dan seluruh benda langit mengelilingi bumi.

    bagi yang bilang nggak ada dalil matahari mengelilingi bumi, coba tunjukkan dalil bumi mengelilingi matahari atau bumi berrotasi. jelas tidak ada.

    dalil sebelum akal, bukan akal sebelum dalil.

    Allahua’lam

  12. UII student berkata:

    assalamu’alaikum…
    artikel ini sangat aneh… untuk seorang ulama…
    pembelanyapun orang yang aneh juga.. karene mendewakannya..
    silahkan dipahami sendiri apa yang dikatakan syeikh anda beliau menukil ayat dan menafsirkannya sendiri… mana rujukannnya kalau tafsir yang beliau ambil dari ulama salaf … sungguh aneh menuduh orang menggunakan ra’yu dia sendiri menggunakan ra’yu dan hawa nafsunya…
    naudzubillah…

    Wa ‘alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.
    Jazakallah khoiron katsiro atas komentarnya.
    Silakan cek lagi tulisan Syaikh, apakah benar beliau rahimahullah menafsirkan Al-Qur’an hanya denga ra’yu-nya. Bagaimana dengan riwayat yang beliau nukil sbb;
    Allah Azza wa Jalla berfirman:
    وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (33) سورة الأنبياء.
    “Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS. Al-Anbiya’: 33).

    Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu berkata:”Berputar dalam satu garis edaran alat pemintal”.
    Anda tahu siapa Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu?

    Sesungguhnya, kamilah yang merasa aneh dengan anda -atau mungkin kami tidak usah merasa aneh- karena demikianlah hasil dari didikan di UII atau semisalnya. Ajaran -katanya filsafat islamiyyah- telah merasuk ke dalam darah dagingnya. Allahu Musta’an.

    Kemudian, jika anda mau membaca kitab tafsir yang ditulis oleh Syaikh rahimahullah, niscaya apa yang anda tuduhkan kepada beliau jauh sekali dari kebenaran

    Kuwait, 9 Rabi’ul Awwal 1428 – 27 Maret 2007

  13. antosalafy berkata:

    Wah, semakin banyak saja nih “penggemarnya”. Mudah-mudahan bermanfaat buat mereka.

  14. manusia biasa berkata:

    Dari artikel tsb semuanya penafsirannya berdasarkan pendapat sendiri, kok bisa2nya ngaku salafy atau Syeikh al Utsaimin itu ulama salaf? Trus pembelanya juga anda jgn langsung percaya gitu aja dong. Mentang2 yg nulis syeikh anda berarti dia tdk pernah salah. Jelas2 keadaan yg asli sdlh bumi mengelilingi matahari

    Segala puji hanya bagi-Nya. Memang beliau rahimahullah adalah salah seorang ulama pengikut generasi salaf, generasi terbaik umat ini. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Sebaik-baiknya manusia -dalam riwayat lain generasi- adalah pada masaku (sahabat), kemudian setelahnya (tabi’in), kemudian setelahnya (tabi’ut tabi’in)…” (HR. Bukhari).

    Semua manusia pasti mengalami ketergelinciran/kesalahan, tetapi tolong jelaskan kepada kami dari sisi mana ketergelinciran Syaikh rahimahullah dalam fatwanya ini? jangan asal bicara, ingatlah apa yang kita katakan akan di hisab kelak. Dan kami minta, jika Syaikh tersalah dalam fatwanya ini tunjukkan dalil-dalil yang shahih yang mendukung pendapat anda.

    Kuwait, 9 Rabi’ul Awwal 1428 – 27 Maret 2007

  15. Abul Izz berkata:

    Assalammualaikum
    Jazakumullah khair atas artikelnya…
    Ana dulu waktu diberitahu ustadz ana bahwa matahari mengelilingi bumi, masih belum percaya karena di sekolah diajarkan doktrin bahwa bumi yang mengelilingi matahari.
    Subhanallah dengan membaca artikel ini ana menjadi yakin bahwa matahari yang mengelilingi bumi..
    Kepada para pengkritik artikel ini…
    Hendaknya kalian sadar…berapa sih kapasitas otak kita?Tidak mungkin kita bisa menyaingi Ar Rahman.apa kalian tahu semua rahasia yang ada di alam semesta ini?Apa kalian bisa membuat alam semsta ini?atau hanya seekor lalat?apakah kalian tidak berfikir?
    Banyak hal-hal yang belum terbayangkan 100 tahun yang lalu tapi ternyata terbukti kebenarannya..

  16. joyo.al banjari berkata:

    subhanallah……
    sesungguhnya dalam penciptaan bumi dan langit terdapat tanda-tanda kekuasaannya agar mereka selalu berfikir (ulil Albab)
    sesungguhnya segala apa yang telah diciptakannya tidak ada yang sia-sia.
    berfikir– dan berdzikir.

  17. deKing berkata:

    Sekedar informasi…
    Pada komentar #14 dari Manusia Biasa..
    komentar tsb bukan dari saya, kebetulan nama blog saya juga “manusia biasa”

  18. Bismillah
    * sebenarnya saya sudah buat tulisan yg lumayan panjang ttg ini.
    Tapi karena saya lelah, dan perkara ini membuat hati saya lemah dalam sholat, mohon, oh mohon,
    dilihat dengan mata kepala :

    Mataharikah yang mengelilingi Bumi?
    Atau bumi yg mengelilingi Bumi?
    ==== edit ====

    Semoga kita semua mendapat hidayah dari-Nya.

    Kuwait, 12 Rabi’ul Awwal 1428

  19. ini salah satu link yg baru saya temukan,
    nanti akan saya tambahkan lagi
    http://www.cr*******.com

    Maaf, link yang anda sebutkan sama sekali tidak memiliki dalil secara ilmiah.

    Kuwait, 12 Rabi’ul Awwal 1428 – 30 Maret 2007

  20. Ratna berkata:

    Dalam hemat saya, terbit-tenggelam memang berkaitan dengan siapa mengorbiti siapa (dalam hal ini bumi dan matahari). Hanya saja tidak bisa kemudian disimpulkan otomatis matahari mengelilingi bumi. Apa yang terlihat bagi kita di bumi memang seolah-olah bumi mengelilingi matahari. Itu yang disebut gerak semu matahari.

    Saya kok agak teriritasi dengan definisi ilmiah anda (bersumber dari Al-Qur’an, as-sunnah, atsar sahabat). Lho, bukankah dalam islam juga mengenal dalil aqli? Jadi, bagaimana posisi sains (menurut anda)? Sains yang membuktikan bahwa bumi mengelilingi matahari? Saya tidak bermaksud menafikkan dalil-dalil yang anda sebut dalam tulisan anda. Dalil tidak salah, hanya tafsirannya yang bisa berbeda-beda. Dan dalam hemat saya lagi, di sini lah sains bisa masuk untuk menjelaskannya.

    Dalil naqli lebih didahulukan daripada dalil aqli. Dalil aqli mesti tunduk kepada dalil-dalil naqli.Akal yang salim tentu akan menerima dalil-dalil naqli walaupun terasa tidak mungkin. Barokallah fiik.

    Kuwait, 13 Rabi’ul Awwal 1428 – 31 Maret 2007

  21. quet_see02 berkata:

    Wahhh aritkel pembodohan ini..
    saya jadi kecewa sama sang penulis …

    Benarkah??? tunjukkan buktinya, jika kalian orang-orang yang benar.
    Kecewa, itu sudah hal biasa. Kebenaran itu sudah tentu ada yang menerima dan ada pula yang menolak. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua.Amin

    Kuwait, 13 Rabi’ul Awwal 1428 – 31 Maret 2007

  22. Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Kepada para pengunjung yang kami hormati. Sekali lagi kami tekankan untuk tidak menampilkan gambar-gambar makhluk hidup dalam memberikan komentar. Banyak komentar yang masuk ke kami berkenaan dengan artikel ini, namun kami delete atau hanya OOT disebabkan tidak manfaat, terdapat gambar makhluk hidup atau hanya akan menyebabkan jidal/debat yang tidak manfaat. Oleh karenanya kami harap kerjasama antum dan berikanlah komentar yang disertai dalil-dalil ilmiyah.

    Wassalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Kuwait, 13 Rabi’ul Awwal 1428 – 31 Maret 2007

  23. Awan berkata:

    menurut pengetahuan saya:
    1. Bumi berputar pada porosnya
    2. Bumi berputar sambil mengelilingi matari (berthowaf)
    3. Tatasurya (yang intinya matari) mengelilingi pada inti galaksi (berthowaf)
    4. Galaksi mengelilingi inti nebula (berthowaf)
    Semuanya bergerak pada orbirnya, pada garis edar masing-masing.

    Artinya Allah menciptakan perumpaan dari ciptaannya untuk manusia, yaitu: Kita juga harus berpikir thowaf, berpikir memutar melihat berita-berita/info yang lain dengan tidak keluar dari jalur kebenaran.

    Masalah matahari mengelilingi bumi? Menurut saya matahari dan tata surya beredar pada garis edarnya. Yang mengakibatkan siang dan malam adalah bumi berputar pada porosnya. Pemahaman matahari diterbitkan dari timur bukan berarti matahari digerakkan dari timur ke barat. Tapi ada gejala alam. Menurut teleskop Hubble yang rilis oleh Harun Yahya bahwa semua benda antariksa beredar/berthowaf berlawanan arah jarum jam.
    Kalu kita renungjan akan sama dengan ketika manusia thowaf di Mekkan mengelilingi Kabah.
    Salam silaturahmi.

    Oleh karena itu, dalam artikel ini membantah apa-apa yang kita yakini/ketahui selama ini. Apa yang kita ketahui selama ini mungkin saja berlawanan dengan dalil-dalil syar’i.
    Sesungguhnya orang-orang yang paling takut kepada Rabb-Nya adalah ulama. Siapakah? Ulama’ Rabbaniyiin tentunya.

    Kuwait, 14 Rabi’ul Awwal 1328 – 1 April 2007

  24. mathematicse berkata:

    Komentar saya yang awam begini kok ga pernah muncul ya? Nyangkut di mana? Transparan dong…

    Alhamdulillah, dalam komentar antum sekarang tidak ada gambar dan kami luluskan.

    Kuwait, 14 Rabi’ul Awwal 1428 – 1 April 2007

  25. mathematicse berkata:

    “Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kepada pengunjung yang kami hormati. Kami harapkan untuk tidak menampilkan/menyertakan gambar makhluk hidup dalam memberikan komentar. Hal ini karena keharaman hal tersebut. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan jazakumullah khoiron katsiro. Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

    Tapi, itu ada yang komentar, pakai gambar mahluk hidup (Anto Salafy, bergambar tumbuhan berbunga. Padahal tumbuhan juga mahluk hidup kan?). Berarti ada yang haram dengan blog ini.

    Mudah-mudahan komentar ini tidak dibuang.
    Terimakasih Bung…

    Wassalam

    Ya akhi -barakallahu fiik- gambar-gambar makhluk hidup yang diharamkan menurut syar’i misalnya manusia dan hewan, sedangkan gambar-gambar lainnya, misal: pohon, gunung, batu dll maka hal itu diperbolehkan. Jika anda menemukan dalil-dalil pengharamannya -yakni gambar pohon-pohon, bunga, batu-, tolong khabarkan kepada kami.

    Kuwait, 14 Rabi’ul Awwal 1428 – 1 April 2007.

  26. antosalafy berkata:

    Subhanallah, sungguh seenak-enak manusia adalah salafy (yakni pengikut salafush shaleh), tinggal mendengar, menaati, dan mengikuti jalannya para salafuna shaleh pasti selamat. Tidak memberatkan dan diberatkan. Beruntunglah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah tabaraka wa ta’ala untuk berada di atas sunnah. Alhamdulillah.

  27. xyz berkata:

    Assalaamu’alaikum

    OOT
    Tunjukkan dalil bahwa foto itu sama dengan gambar? Coba lihat. Syaikh al albani pun berpose untuk di foto.

    lihat di :

    http://www.k***.com

    Wa ‘alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.
    Silakan lihat di https://abdurrahman.wordpress.com/2007/01/11/fatwa-fatwa-ulama-ahlus-sunnah-tentang-hukum-video-dan-gambar/
    Barokallahu fiik.

    Kuwait, 14 Rabi’ul Awwal 1428 – 1 April 2007

  28. Bismillah.
    Jazakallahu khairan atas artikelnya.
    Afwan ana menanggapi mungkin agak panjang, khususnya kepada para pembaca yang kontra dari artikel ini. Mengingat artikel ini ternyata ditautkan pada beberapa website, dengan komentar-komentar yang beragam dan perlu ditanggapi.

    Allah ‘Azza wa Jalla yang menciptakan, mengatur, dan memelihara seluruh alam, yang mana kita manusia termasuk di dalamnya. Akal manusia sangatlah terbatas, bahkan manusia sangat butuh bimbingan dari Allah (wahyu melalui para Rasul-Nya). Jika tidak ada wahyu bimbingan dari Allah lantas apakah dengan sendirinya manusia akan mampu mengenal Allah, mengetahui nama-nama dan sifat-sifat Allah, mengetahui bagaimana beribadah yang benar kepada Allah, hanya dengan akal pikirannya semata?

    Bahkan perlu kita pahami, sesungguhnya jika manusia mengikuti bimbingan ini barulah manusia itu dikatakan oleh Allah sebagai manusia yang berakal. Perhatikanlah wahai saudaraku di antara firman Allah tentang akal manusia (yang artinya);

    “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS Huud;78)

    Dan firman-Nya (yang artinya);

    “Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran, (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian, dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;(sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”
    (QS Ar-Ra’d;19)

    Dan masih banyak lagi dalam ayat-ayat lainnya. Ketika Allah menyebut akal-akal manusia, bahwasanya manusia itu disebut berakal jika manusia mengikuti syariat Allah dan manusia sesuai dengan apa yang diridhoi oleh Allah. Dan sebaliknya ketika manusia itu tidak sesuai atau menyimpang dari ayat dan syariat-Nya maka Allah nyatakan mereka tidak berakal.

    Dalam banyak ayat lainnya pula, ketika Allah menyebut tentang berfikirnya manusia. Justru Allah menyebut manusia itu berfikir tatkala pikirannya sejalan dengan syariat dan ayat-ayat Allah. Dan sebaliknya, ketika manusia tidak sesuai, tidak mengikuti, tidak tunduk, atau mengingkari ayat-ayat Allah, maka justru Allah mempertanyakan tentang pikiran mereka, sehingga Allah berfirman; “Afalaa ta’qiluun??” (apakah kamu tidak berfikir/berakal??). Dan ini bukanlah suatu pertanyaan dari Allah yang butuh suatu jawaban, bahkan ini adalah suatu pernyataan bahwa pada hakekatnya orang-orang itu tidaklah berfikir atau tidak memiliki akal tatkala tidak menerima atau tidak sesuai dengan dalil-dalil syariat.

    Jadi, akal pikiran manusia itu diciptakan oleh Allah untuk mengikuti dan tunduk pada ayat-ayat Allah sehingga barulah Allah menyebut mereka memiliki akal pikiran. Sebaliknya jika manusia tidak sesuai dengan ayat-ayat Allah sekalipun manusia itu sudah merasa berpikir keras untuk itu, maka belumlah dikatakan manusia itu berakal dan berpikir. Akal yang sehat, salim, bersih, pastilah sesuai dengan dalil-dalil syariat, sedangkan siapa saja yang akalnya tidak sesuai maka pantas dipertanyakan “afalaa ta’qiluun??”

    Wahai saudaraku, bukankah penjelasan ini sangat gamblang? Silahkan antum cermati kembali ayat-ayat berkaitan tentang masalah ini, dan palajarilah bagaimana penjelasan ulama mufassirin tentang ayat tersebut.

    Masalahnya, sangat sering ana dapati ayat-ayat tentang ini digunakan oleh orang-orang yang (tampaknya) menggunakan akal pikirannya dengan serius, sebagai dalil bahwa manusia diberikan akal untuk bebas berpikir, bahwa manusia harus menggunakan akalnya, dan berbagai pernyataan lainnya, namun ternyata hasil akal pikiran itu tidak sesuai dengan dalil-dalil syariat, dan orang-orang ini tetap bersikeras berpegang pada hal itu kemudian malah membawa penafsiran ayat untuk mengikuti hawa nafsunya. Ya! pada hakikatnya mereka mengikuti hawa nafsunya, bukan akalnya! Karena jika mereka mengikuti akal pastilah sesuai dan tunduk pada dalil. “Mereka mengikuti hawa nafsu”, ini dapat kita pahami jika kita menelaah dalam Al Qur’an, bahwasanya Allah Ta’ala ketika menyebut manusia yang ingkar bukanlah dengan sebab mengikuti akal pikiran tapi karena mengikuti hawa nafsu, dan ini sesuai ayat yang tadi bahwa orang yang demikian dinyatakan oleh Allah tidak berakal, tidak menggunakan akalnya namun menggunakan dan mengikuti hawa nafsunya.

    Selanjutnya kita bertanya, bagaimana penjelasan orang-orang ini terhadap ayat-ayat yang dijadikan dalilnya itu tadi?? dari sisi mana bahwa ayat-ayat itu bisa dijadikan dalil menempatkan akal di atas nash-nash syariat?? Ana yakin tidak akan ada penjelasan yang ilmiah dalam pendalilan mereka itu.

    Demikian, semoga dapat menjadi pencerahan bagi siapa saja yang Allah kehendaki padanya kebaikan sehingga mampu menyadari dan memahami permasalahan ini dengan benar.

    Kemudian, bagaimana manusia menerima dalil-dalil dalam artikel di atas? bahwa matahari mengelilingi bumi? Kembali menyinggung tentang akal manusia yang sangat terbatas ini, kita yang selama ini didoktrin bahwa bumi mengelilingi matahari, yang konon katanya berdasarkan penelitian ilmiah berabad-abad dengan peralatan super canggih? yang pada asalnya dilakukan oleh orang-orang kafir yang tidak mengenal ayat-ayat Allah, lantas kita menerima dan meyakini itu semua?

    Namun sejauh apakah kebenaran hal itu semua dibanding kalam/perkataan Allah sendiri Yang Maha Mengetahui, Dia yang telah menciptakan segala sesuatu di alam ini? Allah sendiri yang telah berfirman, yang mana itu telah disampaikan lisan utusan-Nya, ditafsirkan oleh shahabat rasul-Nya yang mulia, kemudian dijelaskan oleh para ulama robbani yang benar-benar ‘alim dalam syariat-Nya. Sebagai seorang muslim, tentunya jelas yang manakah yang harus diyakininya.

    Tidak bisa terima dengan alasan tidak masuk akal? justru kita pertanyakan dimana akal orang-orang yang tidak menerima atau ‘tidak merasa cocok’ dengan nash-nash di atas? karena Allah telah menyatakan “apakah kamu tidak berakal?” kepada orang-orang yang menyelisihi ayat-ayat-Nya. Yang paling mungkin, tidak masuk akal mereka karena memang akal mereka belum berada pada tempat sesuai yang dikehendaki oleh Sang Pencipta akal.

    Sesungguhnya tidaklah sulit bagi Allah menciptakan dan mengatur matahari dan lainnya yang berputar mengelilingi bumi. Dan secara ilmiah teorinya manusia ini bisa saja, yaitu anggaplah bumi ini secara hakiki adalah sebagai benda yang diam. Maka pastilah semua benda lain yang mengitarinya, apakah ini tidak mungkin bagi Allah? Jika anda mengatakan “bukankah penelitian astronomi menunjukkan bahwa bumi mengelilingi tata surya, tata surya mengelilingi pusat galaksi, kemudian pusat galaksi mengelilingi sesuatu, sesuatu itu mengelilingi sesuatu?”, maka kita katakan; Itu hanyalah teori berdasar penelitian manusia yang sangat lemah dan tidak mungkin mencapai hakikat keadaan yang sebenarnya, Sungguh Allah Yang Maha Mengetahui lebih mengetahui apa yang diciptakan-Nya dan bagaimana Dia menyempurnakan pengaturannya, kemudian sebagiannya tentang itu telah Allah kabarkan pada kita dalam kitab-Nya misalnya nash-nash yang telah dituliskan dalam artikel di atas, dan itu telah dijelaskan oleh Rasul-Nya, juga oleh para ulama yang paling memahami ayat-ayat-Nya.

    Afwan ana menuliskannya agak panjang lebar dan mungkin bertele-tele, dengan harapan semoga lebih mudah dipahami oleh beberapa pembaca yang kelihatannya menolak mentah-mentah nash-nash artikel ini dengan ‘hawa nafsunya’ (karena penolakan yang tidak sesuai nash-nash pada hakikatnya bukan penolakan dengan akal pikiran).
    Jika ada kekeliruan yang ana tulis bisa dikoreksi secara ilmiah.
    Wallahu a’lam. Washolatu wa salamu ‘ala Rasulillah, walhamdulillahirrobbil ‘alamin.

    Abu Husain Munajat.

    Jazakumullah atas masukan antum, semoga hal ini menjadi penjelas bagi mereka.

  29. mathematicse berkata:

    Assalamu’alaikum

    Alhamdulillah, komentar-komentar saya tak dibuang. Senang saya jadinya. Terimakasih banyak ya..

    Oh iya, berarti supaya saya (dan mungkin orang lain tak salah interpretasi), baiknya definisikan dulu yang dimaksud dengan gambar mahluk hidup itu. Mohon maaf sebelumnya bila saya salah interpretasi, yang menganggap gambar tumbuhan juga haram.(soalnya kata-kata yang tertulis di blog ini tak mendefinisikan definisi gambar mahluk hidup yang diharamkan itu).

    Nih dia, saya copy lagi, biar saya tak salah/tak disalahkan:
    “Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kepada pengunjung yang kami hormati. Kami harapkan untuk tidak
    menampilkan/menyertakan gambar makhluk hidup dalam memberikan komentar. Hal ini karena keharaman hal tersebut. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan jazakumullah khoiron katsiro. Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

    Wassalam

    Dari yang suka mengamati blog “antum”

    Wa ‘alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Sesungguhnya makna makhluk hidup dalam MAKLUMAT kami sudah jelas artinya -bagi orang-orang yang mengetahui-, namun jika anda mendefinisakan lain maka hal ini adalah suatu kefatalan. Dan jika para pembaca blog ini mendefinisikan hal yang sama seperti al-akh mathematice, maka jawaban ini merupakan penerang dari MAKLUMAT kami bahwa gambar makhluk hidup disana maksudnya manusia, hewan dll.

    Dan kami ucapkan jazakumullah khoiron katsiro atas pengamatan antum kepada blog kami,dan semoga apa-apa yang ada dalam blog ini bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

    Dan kemudian untuk al-akh joes, anda adalah salah satu orang yang tidak menggubris MAKLUMAT kami, anda masih saja menampilkan gambar makhluk hidup ketika menulis komentar, maka kami ucapkan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kami dan anda. Barokallah fiik.

    Kuwait, 14 Rabi’ul Awwal 1428 – 1 April 2007

  30. deKing berkata:

    Lha wong saya gak pakai avatar saja selalu ditolak :D
    Bunga kan tumbuhan yang notabene merupakan makhluk hidup juga? Suruh ganti avatar tuch mas antosalafy…kok dia masih pakai gambar bunga. Haram tauk

    Ya akhi, kami adalah pemilik blog ini. Apa-apa yang kami inginkan tentu adalah hak mutlak bagi kami, dan anda tidak bisa mencampuri hal ini.

    Kemudian apa yang anda katakan/perintahkan kepada al-akh Anto, maka hal itu sungguh jauh dari kebenaran. JANGANLAH ANDA MENGATAKAN APA-APA YANG TIDAK ADA ILMU TENTANGNYA.
    Allah Ta’ala berfirman:
    وَلاَ تَقُولُواْ لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلاَلٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُواْ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ (116) سورة النحل
    “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram” untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung” (QS. An-Nahl: 116).
    Barokallahu Fiik.

    Kuwait, 14 Rabi’ul Awwal 1428 – 1 April 2007

  31. xyz berkata:

    Assalaamu’alaika ya abdirrahmaan.

    OOT lagi :
    \/\/\/\/\/\/\/\/\/
    Dr link yg bapak berikan :

    2. Pertanyaan: “Apakah memotret dengan kamera haram atau tidak apa-apa bagi pelakunya?” (*8)

    Jawaban: “Iya. Menggambar makhluk yang bernyawa dengan kamera dan selainnya haram dan wajib bagi pelakunya untuk bertaubat kepada Allah Ta’ala dan memohon ampun kepadaNya dan menyesal atas apa yang terjadi dan tidak mengulanginya kembali. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shohbihi wa sallam.
    Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’
    \/\/\/\/\/\/\/\/\/\/

    mengapa syaikh al albaani membiarkan sang pemotret memfoto diri beliau ?Apa syaikh al albani tidak mengetahui hal/hukum ini ? Di internet ada juga foto syaikh bin baaz.

    Jazaakallaah khair

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.
    Kami harap anda membaca artikel ini dengan teliti, lihat fatwa Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam kitabnya Adabuz Zifaf dan insyaAllah anda akan faham terhadap pendapat Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam masalah gambar.Barokallahu fiik.

    Kuwait, 15 Rabi’ul Awwal 1428 – 2 April 2007

  32. chie berkata:

    Assalamu’alaikum..

    saya baca postingan ini ,tapi blum bisa meyakininya,,bisa tolong diberikan pembuktian2nya ..selain dari ayat alquran..karena penafsiran manusia pun sering kali bisa salah tentang alquran ini

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.
    Alhamdulillah, Rasulullah telah meninggalkan kepada kita dua hal yang apabila kita mengutinya kita tidak akan tersesat, yakni Kitabullah dan Sunnah-nya. Maka apa-apa yang telah ditentukan-Nya kita tinggal mengikutinya, apakah hal itu akal kita dapat menerimanya atau tidak karena akallah yang mesti mengikuti/tunduk pada dalil bukan dalil yang mengikuti/tunduk pada akal.
    Kemudian, sebaik-baiknya tafsir Al-Qur’an adalah Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, Al-Qur’an dengan Hadits, dan Al-Qur’an dengan Atsar para sahabat. Dalam artikel ini telah terpenuhi hal-hal tersebut, tinggal kita memahaminya dengan hati yang salim dan kami kira penjelasan al-akh Abu Husain Al-Aruni tentang kedudukan akal telah cukup memuaskan bagi kita.

    Kuwait, 14 Rabi’ul Awwal 1428 – 2 April 2007.

  33. Eko SW berkata:

    Benarkah??? tunjukkan buktinya, jika kalian orang-orang yang benar.

    Sudah. Tapi diedit.
    Sudahlah…

    Tentu Salafy benar.

    Sudah, mana buktinya? Buktikanlah bahwa apa yang anda nyatakan itu benar dengan dalil-dalil yang PASTI (Al-Qur’an dan As-Sunnah berdasar pemahaman salaful Ummah tentunya). Bukan hanya khayalan yang biasa di dengungkan oleh jama’ah sumbu wal kompor dholal.

  34. motosuki berkata:

    Assalamu’alaikum

    Sesungguhnya Allah lebih tahu dari apa yang kita ketahui…

    Komentar saya :
    Bumi berbentuk hampir bulat…oleh karena itu kita bisa melihat ujung pertemuan antara langit dan bumi karena keterbatasan pandangan kita terhadap kelengkungan bumi (yang menimbulkan paham geosentris yang mengganggap bumi datar). Matahari terbit dari sebelah timur karena bumi berputar pada sumbunya berlawanan dengan arah jarum jam. Perputaran ini lah yang akan menyebabkan kenapa perjalanan di udara yang searah dengan perputaran bumi menjadi lebih lama waktunya untuk jarak yang sama jika dibandingkan dengan perjalanan di udara yang berlawanan dengan arah putar bumi untuk jarak yang sama. Perputaran ini juga menyebabkan gravitasi bumi. Kenapa terjadi gravitasi? Benda yang besar jika berputar akan menarik benda-benda disekitarnya…contoh sederhananya… angin topan…berputar dengan kecepatan tinggi, dan akan menarik benda-benda disekitarnya. Karena kita tertarik oleh bumi, makanya kita bisa berdiri di bumi, dan bulan selalu mengikuti bumi, dan tentu saja, bulan juga berputar :)
    Siang dan malam memang tidak akan pernah bertemu, kecuali bumi yang hampir bulat ini kita bentangkan seperti peta, sehingga tidak ada sisi lain dari bumi yang tidak terkena matahari.
    Terus terang dari dalil Qur’an di atas saya tidak menemukan pernyataan bahwa matahari dan bulan mengelilingi bumi, yang ada hanya matahari dan bulan mengikuti garis edarnya. Tentu saja bulan memiliki garis edar (orbit). Orbit bulan adalah mengelilingi bumi, dan orbit matahari adalah mengelilingi pusat galaksi (dalam hal ini galaksi bima sakti/milky way), dan matahari berjarak 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Galaksi pun memilki orbit dalam semesta raya ini :)
    Tentang bulan yang bisa terlihat disaat matahari baru terbit ataupun disaat matahari akan terbenam, hal ini terjadi karena posisi matahari dan bulan tidaklah selalu berhadapan secara tegak lurus. Hal ini lah yang memungkinkan bulan memantulkan cahaya dari matahari sehingga bulan kelihatan bercahaya.Hal ini sudah sangat jelas terlihat di foto2 bukan? Bahwa bulan tidak memiliki sumber cahaya.Bulan hanya sebongkah batu yang bisa memantulkan sinar matahari.Sedangkan matahari bisa bercahaya karena pembakaran gas-gas yang terjadi di matahari.
    Kemudian tentang bumi yang diam…saya tidak setuju dengan pendapat ini.Bumi harus bergerak untuk menciptakan gravitasi.Saat bumi berhenti bergerak (atau malah berputar arah untuk membuat matahari yang terbit dari barat),maka kiamat bumi pun dipastikan terjadi.Dan pada saat kiamat dijelaskan manusia beterbangan dan gunung-gunung tercabut dari bumi…kenapa? Karena tak ada lagi gravitasi yang menarik mereka.Hilangnya gravitasi menyebabkan kita terlempar.Contoh sederhana, saat kita menaiki mobil yang berada dalam kecepatan tinggi yang tiba-tiba berhenti, tentu kita akan terlempar ke depan :)

    Allah membuat Al Qur’an untuk orang yang berpikir, dan inilah pikiran saya :) Dan inilah versi kebenaran yang bisa saya terima saat ini. Untuk kebenaran hakikinya…Hanya Allah lah yang mengetahuinya :)

    Wassalam

    Wa ‘alaikum salam waraohmatullahi wabarokatuh.
    Memang demikian apa yang pernah kita pelajari/pahami dahulu disekolah-sekolah, namun dengan adanya penjelasan dari ulama ini semoga menjadi pembuka pengetahuan kita akan keterbatasan kita tentang pengetahuan ad-dien ini. Oleh karenanya benarlah firman-Nya:”Dan bertanyalah kamu kepada ulama jika kamu tidak mengetahuinya”, fungsinya apa? untuk mengobati kejahilan kita ya akhi. Kemudian berdasarkan sabda Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam:”Ulama adalah pewaris para nabi”. Tentunya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka mewariskan ilmu ya akhi. Semoga penjelasan ini mencukupi.

    Kuwait, 15 Rabi’ul Awwal 1428 – 2 April 2007

  35. deKing berkata:

    Jujur saja saya masih penasaran dengan tidak dimuatnya komentar pertama saya (tentang analogi kereta dan pohon).
    Padahal dengan sejujur2nya maksud saya berkomentar itu bukan untuk menjatuhkan pendapat saudara, saya benar2 hanya ingin berdiskusi.
    Apakah pertanyaan saya tentang analogi keret dan pohon itu salah atau tidak sopan?
    Awal saya masih berkhusnudzon dengan saudara atas belum dimuatnya komentar saya karena saya merasa komentar saya dulu murni semata2 hanya pertanyaan biasa. Tetapi setelah komentar saya tidak diterima, saya jadi memikirkan kabar yang sudah tersebar di blogsphere ini kalau saudara sering menghapus komentar2.
    Kalau alasannya avatar, saya sangat memaklumi
    Tetapi saya kan tidak pernah memakai avatar, kenapa tetap tdk diterima?
    Kalau alsan kesopanan, saya rasa (maaf subyektif) komentar saya tentang kereta-pohon itu juga biasa2 saja.
    Bolehkah saya tahu alasan Saudara tidak meloloskan komentar saya?
    Kalau komentar pertama saya tidak sopan silakan diluruskan dan diberitahu letak kesopanan saya.
    Terus terang saya jadi sedikit emosi (manusiawikah saya sebagai manusia biasa utk ttp bs emosi?) karena itikad baik saya ditolak terus sehingga komentar2 saya selanjutnya menjadi tidak sopan.
    Tentang 2 komentar ini sekali lagi hak sepenuhnya ada di tangan Saudara, mau ditolak atau diterima.
    Tetapi alangkah baiknya kalau diterima dan dijawab supaya saya bisa belajar dari kesalahan dan saya bisa berkhusnudzon lagi dengan saudara.
    Mau saya khusnudzon ataupun suudzon thdp Sauara mungkin memang tdk ada untungnya bagi Saudara.
    Tetapi jika Anda memang ingin meluruskan muslim2 yg lain (sebagaimana usaha Anda utk mengingatkan wadehel misalnya) maka alangkah baiknya kalau pertanyaan2 saya ini dijawab…
    Nabi saja tetap menerima ketika diolok2 dan dicemooh, masak Anda yang mengidolakan Nabi tdk mau menerima komentar2 yg murni hanya sebatas pertanyaan.

    Akhi, sesungguhnya apa yang kami tulis dalam artikel itu sudah cukup jelas. Tinggal kita yang mengikuti dalil bukan sebaliknya. Barokallahu fiik.

    Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

    Kuwait, 15 Rabi’ul Awwal 1428 – 2 April 2007

  36. Eko Suprapto Wibowo berkata:

    Komentar ttg yg atas:
    sikap antum (salafiyyin) yg seperti ini, mengingatkan saya spt patuh dan ta’atnya rahib2 di Gereja awal2 masa Renaissance (saat dunia barat mulai diberikan cahaya Ilmu). Mereka saat itu gelisah kalau2 doktrin bahwa bumi pusat alam semesta goyah dengan penemuan2 ilmiah.

    Dan begitulah..

    * apakah komentar saya ini akan di approve? *

    Alhamdulillah kami insyaAllah menyakini apa-apa yang telah dijelaskan oleh generasi yang telah diberi persaksian oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam akan keselamatannya.

    Kuwait, 16 Rabi’ul Awwal 1428 – 3 April 2007

  37. baracudda berkata:

    posisi sains dan iptek di sini di mana se? itu termasuk ayat ALLah juga kan? wadooh bapknya ini,, udah di omongin sama ahli fisika yang taau agama belum?? soalnya ana pernah ngobrol ma anak fisika yang berkeaykinan sama dengan dengan ente,, tapi argumen2 yang dia berikan menggelikan, malah pengen jadi ketawa, soalnya menurut ente ini kan hal bener, nah suatu kebenaran harusnya di sampaikan ke seluruh dunia, nah kalo penyampainnya kayak begini, ahli fisika atau astronomi mana yang bakal percaya.. ntar malahan ente di kira maen-maen,, harusnya ada bukti dari sains dan teknologinya, saya menyebutnya sisi ilmiahnya, jaman kan udah moderen gini. harusnya g susah. kalo ente bersih keras dengan argumen kyk gini, seratus taun ke depan juga g bakal ada yg percaya. kasih bukti dari posisi sains donk~~~

    Benarkah ucapan anda? jika Allah menghendaki sesuatu cukuplah Ia mengucapkan “jadi” maka jadilah. Allah-lah yang memberi hidayah kepada hamba-Nya.

    Kuwait, 16 Rabi’ul Awwal 1428 – 3 April 2007

  38. wirawax berkata:

    assalamu’alaikum
    afwan. apakah ada ulama selain syaikh utsaimin yang berpendapat demikian? jika ada siapakah?
    apakah ada juga ulama (salafi)yang berpendapat selain pendapat ini? apakah ada ulama (salafi) yang berpendapat sebaliknya? kok pernah dengar ada ulama yang menyelisihi syaikh utsaimin dalam hal ini. jika memang ada, mohon juga ditampilkan, karena setahu saya, jika dalam suatu masalah masih ada khilaf dan walaupun ada yang rajih, tapi perlu disampaikan semuanya dulu…supaya tidak ada orang bodoh yang membodoh-bodohkan kita.
    jazakumullah khairan katsiran
    wassalamu’alaikum wa rahmatullah

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.
    Allahu A’lam kami tidak mengatahuinya. Siapakah ulama yang telah berbeda pendapat dengan Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah Ta’ala dalam hal ini? tolong kasih tahu kami jika anda mengetahuinya.

    Kuwait, 16 Rabi’ul Awwal 1428 – 3 April 2007

  39. Yg di atas bagus.
    Kalau ditunjukkan pendapat Ulama Salafy lainnya yg berbeda dengan pendapat Syaikh Al-‘Utsaimin Rahimahullah Ta’ala itu baik dipaparkan disini.

    Baik sekali.

    Telah kami katakan bahwa kami tidak mengetahui dari ulama salaf yang lain yang memiliki pendapat berbeda dengan Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah. Allahu A’lam.

    Kuwait, 17 Rabi’ul Awwal 1428 – 4 April 2007

  40. Hm… saya minta maaf kalau sampai membuat Antum langsung menulis dengan istilah yg buruk ttg Tabligh, mungkin saya yg mendahului (memang seingat saya, saya mengatakan yg tidak baik ttg Syaikh Utsaimin Rahimahullah Ta’ala), yg menyebabkan menyakiti hati antum.

    Saya minta maaf secara pribadi kepada Antum.
    Afwan ya Akhi…

    Lihatlah fatwa-fatwa Ulama Rabbaniyyin tentang Jama’ah antum, bukankah mereka dengan ikhlash menasehatinya. Dan maaf saja komentar anda kami kira salah kamar.

    Kuwait, 17 Rabi’ul Awwal 1428 – 4 April 2007

  41. muradief berkata:

    Sebuah pandangan lain:

    Benarkah Quran Menetapkan Bahwa Matahari Mengelilingi Bumi?

    Jumat, 16 Jun 06 14:16 WIB

    Saya membaca fatwa ulama yaitu Syeikh Utsaimin yang menegaskan bahwa zhahir ayat Quran mengatakan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Pandangan ini menurut beliau berdasarkan banyak ayat Quran, sehingga kita tidak boleh berpandangan sebaliknya bahwa bumi-lah yang mengelilingi matahari. Bahkan menurut beliau, suat hari nanti para ilmuwan akan berbantahan tentang benarkan bumi mengitari matahari.

    Mohon klarifikasi dari ustadz, benarkah ulama sekelas Syaikh Utsaimin mengatakan hal itu? Dan benarkah memang al-Quran secara tegas menyatakan hal itu.

    Terima kasih jazakamullahu khairal jaza’

    Erti Manangku
    ertia at eramuslim.com
    Jawaban

    Assalamu a’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Setiap ulama tentu berhak untuk mengeluarkan pendapat dan fatwanya. Juga berhak untuk diikuti fatwa dan pendapatnya itu oleh umat Islam.

    Namun tidak ada satu pun manusia yang dijamin oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW selalu pasti benar dalam segala halnya. Bahkan para shahabat yang mulia dan dijamin masuk surga sekalipun, terkadang tidak saling sependapat dalam banyak masalah antara sesama mereka. Perbedaan pandangan di kalangan shahabat nabi SAW menunjukkan bahwa seseorang bisa saja punya pendapat yang berbeda dengan saudaranya, tanpa harus terjadi permusuhan atau saling ejek di antara mereka.

    Para ulama sejak masa salaf dahulu, banyak yang berbeda pendapat. Di antara mereka ada yang benar dalam ijtihad dan di antaranya ada yang salah. Bahkan Imam As-Syafi’i rahimahullah pernah mengoreksi pendapat-pendapatnya yang telah ditetapkan sebelumnya. Sehingga ada dua qaul dalam mazhabnya, yaitu qaul qadim ketika beliau tinggal di Iraq dan qaul jadid ketika beliau tinggal di Mesir.

    Bahkan para ulama di level mujtahid mutlak sekalipun tidak pernah mewajibkan manusia untuk hanya berguru kepada dirinya sendiri saja. Bagi mereka, bila ada orang yang ingin berpendapat sebagaimana pendapat dirinya, boleh saja. Tapi bila menolak dan mengambil pendapat ulama lain, mereka ikhlas dan sama sekali tidak sakit hati.

    Bila di masa sekarang ini ada pendapat dan pandangan dari ulama tertentu yang barangkali tidak kita sejalan, tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, boleh saja hal itu ditolak dan tidak berdosa. Asalkan ada pembanding dari pendapat ulama lainnya yang dirasa lebih kuat hujjahnya.

    Matahari Mengelilingi Bumi?

    Benar bahwa salah satu di antara ulama yang berpendapat bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi adalah Syeikh Al-Utsaimin. Keluasan ilmu beliau dan kedalamannya dalam masalah agama, tentu tidak perlu diragukan lagi. Namun bukan berarti beliau harus selalu benar dalam semua pendapatnya.

    Apalagi yang beliau sampaikan bukan terkait dengan masalah umurdiniyyah, melainkan tsaqafah umum terkait dengan sebuah fenomena alam yang di dalam Al-Quran disampaikan lewat isyarat. Bukan lewat pernyataan yang bersifat eksplisit. Artinya, kesalahan dalam memahami hal-hal seperti ini tidak berpengaruh pada masalah aqidah dan syariah, namun lebih kepada informasi tentang fenomena alam dan ilmu pengetahuan.

    Kalau kita teliti lebih dalam, sebenarnya di dalam Al-Quran tidak pernah ada ayat yang bunyinya secara tegas menyebutkan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Penekanannya di sini pada kalimat: mengelilingi bumi. Kalau ayat yang menunjukkan bahwa matahari bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT, memang banyak bertaburan di banyak tempat dalam Al-Quran. Akan tetapi tidak ada satupun yang menyebutkan dengan mengelilingi bumi.

    Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya. Semua pernyataan itu tentu tidak boleh kita tolak. Namun sekali lagi, Al-Quran tidak pernah menyebutkan bahwa matahari MENGELILINGI bumi. Tidak ada ayat yang bunyinya: asyamsu taduru haulal ardhi===== edit======

    Ahmad Sarwat, Lc.

    Allah Ta’ala berfirman:
    فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ (43) سورة النحل
    “Bertanyalah kepada ahli dzikir (Ulama) jika kalian tidak mengetahui” (QS. An-Nahl: 43; QS. Al-Anbiya’: 7).
    Ini bukanlah pandangan lain, tidak ada dalil yang membantah kehujaan Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah.

  42. zevian berkata:

    Assalamu’alaikum Warohmatulloohi Wabarookaatuh..

    Wah..bener kata al akh abul izz!! menarik juga artikel ini..

    terutama comentar2nya…

    banyak aqlaniyun yang saling berbantahan tanpa ilmu!! hehehe…

    kepada al-akh abdurrahman..tetep istiqomah menyuarakan al-haq diatas islam yang shahih dengan selalu tegak diatas al-Qur an dan Assunah ala fahmi salaf!!!

    yang membantah..silahkan tunjukan hujjah yang syar’i!!

    Falillahilhamd..Barokallohu fik..
    Jazakallohu khoir..

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.
    Jazakallah khioron katsiro akhi, do’akan kami agar tetap istoqomah di jalan-Nya, Amiin.

  43. […] dari: Majmu’ Fatawa Arkanil Islam, soal no: 16. Sumber URL : Abdurrahman.wordpress.com dengan beberapa pengeditan oleh […]

  44. tata berkata:

    Apaan sih salaf dan khalaf itu….bingung deh

    Makna Salafus Sholeh
    a. Secara bahasa.
    Salaf adalah jama’ah (kelompok) dari orang-orang terdahulu. Jadi Khalaf adalah lawan dari Salaf.
    b. Menurut Ulama
    Para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan makna Salafus Sholih, ada tiga pendapat dalam hal ini.
    1. Salafus Sholih adalah para sahabat radhiallahu anhum saja.
    2. Salafus Sholih adalah sahabat dantabi’in.
    3. Salafus Sholih adalah sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in (Lihat Wasothiyah Ahlus Sunnah Baina Firq, hal:92-94. Oleh Dr. Muhammad BaKariim; Wujubu Lujum Al-Jama’ah, hal: 276-277. Oleh Jamal Badiy).
    Berkata Syaikh Dr. Muhammad Kholifah At-Tamimi hafizahullah:”Dan pendapat yang shahih (=benar) masyhur (=terkenal) danmerupakan pendapat kebanyakan para ulama Ahlus Sunnah (wal Jama’ah), bahwa yang dimaksud dengan Salafus Sholih adalah tiga generasi terbaik umat ini yang mana telah direkomendasi oleh Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa salam dalam sabdanya:
    خير القرون القرن الذي بعثت فهيم, ثم الذين يلونهم, ثم الذين يلونهم
    “Sebaik-baiknya generasi adalah yang mana aku diutus padanya (Sahabat), kemudian setelahnya (Tabi’in), kemudian setelahnya (tabi’ut Tabi’in)…” (HR. Bukhori 5/199, 7/6, 11/460; Muslim 7/184-185).
    Jadi Salafus Sholih adalah para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in. (Muqtaqodu Ahlus Sunnah wal Jama’ah fii Tauhid Asma’ wa Shifat, jilid: 1, hal: 53-54. Oleh Syaikh Dr. Muhammad bin Kholifah At-Tamimiy).
    Dalil-dalil Wajibnya mengikuti Salafus Sholih
    a. Al-Qur’an
    1. Allah Ta’ala berfirman (artinya):”Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama masuk Islam diantara orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridlo kepada mereka dan merekapun ridlo kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.Itulah kemenangan yang besar” (QS. At-Taubah: 100).
    2. Allah Ta’ala berfirman (artinya):”Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali” (QS. An-Nisa’: 115).
    Berkata Syaikh Dr. Muhammad Kholifah At-Tamimi hafizahullah:”Ridlonya Allah Azza wa Jalla kepada generasi pertama umat (As-Sabiqunal Awalin) adalah ridlo yang mutlak, dan Ia-pun ridlo kepada orang-orang yang mengikutinya dengan baik” (Mauqif Ahlus Sunnah wal Jama’ah fii Tauhid Asma’ wa Shifat, jilid: 1, hal: 56).
    b. Al-Hadits
    1. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya):”Sebaik-baiknya manusia adalah pada masaku (para sahabat), kemudian setelahnya, kemudian setelahnya…” (HR. Bukhori 5/199, 7/6, 11/460; Muslim 7/184-185).
    2. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya):”Telah berpecah belah Yahudi menjadi 71 golongan dan telah berpecah belah Nashoro menjadi 72 golongan dan akan berpecah belah umatku menjadi 73 golongan, semuanya akan masuk Neraka kecuali satu”. Sahabat bertanya:’Siapakah dia ya Rasulullah?’. Sabdanya:”Barangsiapa yang berada seperti aku dan para sahabatku berada pada hari ini” (HR. Abu Dawud no. 4596-4597; At-Tirmidzi no. 2640-2641; Imam Ahmad 2/332, 3/120, 145, 4/120; Ibn Majah no. 3991-3393. Hadits Shahih Masyhur).
    3. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya):”Barangsiapa diantara kalian hidup lama setelahku, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah khulafa’ ar-rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku. Gigitlah ia dengan gigi gerahammu.Dan berhati-hatilah kamu dengan perkara muhdats (baru dalam agama) karena setiap perkara yang baru dalam agama adalah bid’ah dan setiap yang bid’ah tempatnya di Neraka” (HR. Abu Dawud no. 4607; At-Tirmidzi no. 2676; Ibn Majah no. 42; Ahmad IV/126,127).
    Kuwait, 5 Robi’ul Tsani 1428 – 22 April 2007.

  45. […] saya akan mendahulukan dalil dari Al Qur’an. Dalam pembahasan di artikel ini, saya akan mengutip artikel dari blog Abdurrahman, yang menyatakan kalau dhohir ayat Al Qur’an telah menetapkan kalau mataharilah yang berputar […]