Hukum Multi Level Marketing (MLM)

Posted: 10 - Maret - 2007 in Fatwa, Fiqih

HUKUM BISNIS MULTI LEVEL MARKETING [MLM]

Oleh: Asy-Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied Al-Hilali hafizahullah Ta’ala

Banyak pertanyaan seputar bisnis yang banyak diminati oleh khalayak ramai. Yang secara umum gambarannya adalah mengikuti program piramida dalam system pemasaran, dengan setiap anggota harus mencari anggota-anggota baru dan demikian terus selanjutnya. Setiap anggota membayar uang pada perusahaan dengan jumlah tertentu dengan iming-iming dapat bonus, semakin banyak anggota dan semakin banyak memasarkan produknya maka akan semakin banyak bonus yang dijanjikan.

Sebenarnya kebanyakan anggota Multi Level Marketing [MLM] ikut bergabung dengan perusahaan tersebut adalah karena adanya iming-iming bonus tersebut dengan harapan agar cepat kaya dengan waktu yang sesingkat mungkin dan bukan karena dia membutuhkan produknya. Bisnis model ini adalah perjudian murni, karena beberapa sebab berikut ini, yaitu :

[1]. Sebenarnya anggota Multi Level Marketing [MLM] ini tidak menginginkan produknya, akan tetapi tujuan utama mereka adalah penghasilan dan kekayaan yang banyak lagi cepat yan akan diperoleh setiap anggota hanya dengan membayar sedikit uang.

[2]. Harga produk yang dibeli sebenarnya tidak sampai 30% dari uang yang dibayarkan pada perusahaan Multi Level Marketing [MLM].

[3]. Bahwa produk ini biasa dipindahkan oleh semua orang dengan biaya yang sangat ringan, dengan cara mengakses dari situs perusahaan Multi Level Marketing [MLM] ini di jaringan internet.

[4]. Bahwa perusahaan meminta para anggotanya untuk memperbaharui keanggotaannya setiap tahun dengan diiming-imingi berbagai program baru yang akan diberikan kepada mereka.

[5]. Tujuan perusahaan adalah membangun jaringan personil secara estafet dan berkesinambungan. Yang mana ini akan menguntungkan anggota yang berada pada level atas (Up Line) sedangkan level bawah (Down Line) selalu memberikan nilai point pada yang berada di level atas mereka.

Berdasarkan ini semua, maka system bisnis semacam ini tidak diragukan lagi keharamannya, karena beberapa sebab yaitu :

[1]. Ini adalah penipuan dan manipulasi terhadap anggota

[2]. Produk Multi Level Marketing [MLM] ini bukanlah tujuan yang sebenarnya. Produk itu hanya bertujuan untuk mendapatkan izin dalam undang-undang dan hukum syar’i.

[3]. Banyak dari kalangan pakar ekonomi dunia sampai pun orang-orang non muslim meyakini bahwa jaringan piramida ini adalah sebuah permainan dan penipuan, oleh karena itu mereka melarangnya karena bias membahayakan perekonomian nasional baik bagi kalangan individu maupun bagi masyarakat umum

Berdasarkan ini semua, tatkala kita mengetahui bahwa hukum syar’I didasarkan pada maksud dan hakekatnya serta bukan sekedar polesan lainnya. Maka perubahan nama sesuatu yang haram akan semakin menambah bahayanya karena hal ini berarti terjadi penipuan pada Allah dan RasulNya [1], oleh karena itu system bisnis semacam ini adalah haram dalam pandangan syar’i.

Kalau ada yang bertanya : “Bahwasanya bisnis ini bermanfaat bagi sebagian orang”. Jawabnya: “Adanya manfaat pada sebagian orang tidak bisa menghilangkan keharamannya, sebagaimana di firmankan oleh Allah Ta’ala.

“Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah : “Pada hakekatnya itu terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya” [Al-Baqarah : 219]

Tatkala bahaya dari khamr dan perjudian itu lebih banyak daripada menfaatnya, maka keduanya dengan sangat tegas diharamkan.

Kesimpulannya: Bisnis Multi Level Marketing [MLM] ini adalah alat untuk memancing orang-orang yang sedang mimpi di siang bolong menjadi jutawan. Bisnis ini adalah memakan harta manusia dengan cara yang bathil, juga merupakan bentuk spekulasi. Dan spekulasi adalah bentuk perjudian.

[Diterjemahkan dari situs www.alhelaly.com]

===================================

FATWA MARKAZ IMAM AL-ALBANI TENTANG MULTI LEVEL MARKETING [MLM]

Berikut ini adalah teks fatwa Markaz Imam Al-Albani, yang ditanda tangani oleh para masyayaikh murid-murid Imam Al-Albani rahimahullah:

Banyak pertanyaan yang datang kepada kami dari berbagai penjuru tentang hukum bergabung dengan PT perusahaan bisnis dan perusahaan modern semisalnya yang menggunakan system piramida. Yang mana bisnis ini secara umum dijalankan dengan cara menjual produk tertentu serta membayar uang dalam jumlah tertentu tiap tahun untuk bisa tetap menjadi anggotanya. Yang mana karena dia telah mempromosikan system bisnis ini maka kemudian pihak perusahaan akan memberikan uang dalam jumlah tertentu yang terus bertambah sesuai dengan hasil penjualan produk dan perekrutan anggota baru.

Jawaban:

Bergabung menjadi anggota PT semacam ini untuk mempromosikannya yang selalu terkait dengan pembayaran uang dengan menunggu bisa merekrut anggota baru serta masuk dalam system bisnis piramida ini hukumnya haram, karena seorang anggota jelas-jelas telah membayar uang tertentu demi memperoleh uang yang masih belum jelas dalam jumlah yang lebih besar.

Dan ini tidak bisa diperoleh melainkan secara kebetulan ia sedang bernasib baik, yang mana sebenarnya tidak mampu diusahakan oleh si anggota tersebut. Ini adalah murni sebuah bentuk perjudian berdasarkan beberapa kaedah para ulama. Wallahu Al-Muwaffiq.

 

Amman al-Balqo’ Yordania

26 Sya’ban 1424H

 

 

Syaikh Muhammad bin Musa Alu Nashr hafizahullah Ta’ala

Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali hafizahullah Ta’ala.

Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi hafizahullah Ta’ala.

Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman hafizahullah Ta’ala.

_________

Foote Note

[1]. Beliau mengisyaratkan pad sebuah hadits.”Artinya : Dari Abu Malik Al-Asy’ari Radhiayallahu `anhu berkata : Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda :”Sungguh sebagian manusia dari ummatku akan minum khamr dan mereka menamakannya dengan nama lain serta dimainkan musik dan para biduanita pada mereka. Sungguh Allah akan membuat mereka tertelan bumi serta menjadikan mereka sebagai kera dan babi” [Hadits Riwayat Abu Dawud 3688, Ibnu Majah 4020 dengan sanad shahih, lihat As-Shahihah I/138]

Iklan
Komentar
  1. abu azam berkata:

    assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

    Akhi Abdurrahman, Ana mo tanya bagaimana hukumnya orang yang bekerja di perusahaan yang cara penjualannya dengan sistem MLM? JAdi orang tersebut bekerja didalam perusahaannya bukan menjalankan bisnis MLMnya? Akhi mohon jawabannya? Apakah sama dengan orang yang bekerja dipabrik rokok, pabrik minuman keras? terimakasih atas tanggapannya

    Barokallohufik

    Wassalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Allahu a’lam. Wa fiik barokallah.

    Kuwait, 27 Shafar 1428 – 16 Maret 2007

  2. abu azam berkata:

    Assalamu’alaikum warohmatullohiwabarokatuh

    Akhi, antum kan banyak belajar dan dekat kepada para ulama Ahlussunnah yang ada di kuwait. tolong ditanyakan masalah diatas ya,?
    sukron atas tanggapannya

  3. abu usamah berkata:

    aku sedang (& pernah) diprospek kawan yang jadi member di mlm..kalo masalah produk sih kayaknya aku gak ada masalah..produk mereka memang bagus (+manfaat)..tapi jadi kepikiran karena mereka selalu meneriakkan jargon “passive income” (siapa yang gak mau gak kerja tapi duit ngalir terus!) tapi yang mengganggu pikiran adalah situasi yang mereka bangun ketika mempromosikan “sistem/bisnis plan/marketing” mereka..Ampun dah..
    1. Entah kenapa aku ngerasa ini situasi seperti di gereja?..pake disasosiasi segala..(jadi ngerasa bego bangeeet kalo ikutan tepuk tangan hanya karena ada yang dapat BMW gratis)
    2. Aku mikir mlm membangun isme yang bahkan menjadi agama (kitab sucinya tuh bukunya Kiyosaki)..gila aja lulusan syariah(?) IAIN/UIN SuKa sampe ngomong mau mencium kaki upline-nya..upline-nya sendiri (masih mahasiswi FK_UMY (?)) sampai berani bilang jadikan mimpi anda sebagai iman..(hebatnya dia baru mahasiswi bisa memfatwakan rukun iman yang ke- 7)..semua aku saksikan langsung.
    3. Entah ada yang merhatiin kagak ya..hampir semua topliners di semua mlm bukan muslim..semua dari golongan pemakan babi!..
    4. kalo sekarang aku gabung taruhlah dalam 2 tahun aku bisa sampai di posisi para topliners yang sekarang..tapi konyolnya 2 tahun nanti dimana mereka? insyallah mereka tetap berada diatasku iya gak? jadi kapan kita bisa sejajar? susyee mo dibilang adil man..

    Jazakallah khoir atas informasinya. Semoga hal ini dapat menjadi pelajaran bagi saudara-saudara kita yang lain.

  4. Udin berkata:

    MLM memang menyebalkan, produk yang dipasarkan bekualitas renhdah namun dijual dengan harga tinggi. Itu sebabnya para pelaku mlm ditraining, digojlok dan dimotivasi sedemikian rupa karena produk mlm tidak mampu bersaing dengan produk sejenis yang dijual dipasaran.

  5. Udin berkata:

    Jangan pernah bergabung dengan perusahaan MLM yang tidak ada repeat ordernya. Larena merugikan orang yang terakhir bergabung.
    Cari perusahaan MLM yang bisa tetap menghasilkan uang meskipun tidak merekrut member baru. Banyak kok MLM yang bagus namun tidak merugikan.

    Kami pribadi belum mengetahui ada MLM yang bagus dan tidak merugikan anggotanya.

  6. bond berkata:

    “Kami pribadi belum mengetahui ada MLM yang bagus dan tidak merugikan anggotanya.”
    kalo belum tahu ya jangan memvonis semua MLM kayak gt donk…

    Sebagaimana komentar di atas, coba anda sebutkan di MLM mana yang bagus dan tidak merugikan anggotanya. Dan tolong jelaskan juga segala hal dalam MLM tersebut. Syukron

  7. iqbal berkata:

    afwan akh ketika ana klik http://www.alhelaly.com kok yg keluar situs “aneh”??
    mohon konfirmasinya

    ٍSetelah kami cek, alamat situs Syaikh Salim Al-Hilaly memang menuju alamat yang tidak semestinya. Hal ini juga terjadi di web-web lain yang menunjukkan alamat web Syaikh, Allahu A’lam apa penyebabnya.

  8. hafidzi berkata:

    thanks atas share nya…sangat membantu, apalagi ini masalah kontenporer, yang jelas ngga ada di buku2 turats secara mutlak kecuali melalui proses ushul fiqh. anyway, thanks banget, and salam kenal

  9. ayu berkata:

    assalamualaikum..
    alhamdulilah..
    akhirnya saya menemukan kejelasan..
    saya dr awal sudah tdk yakin akan bisnis seperti ini.bayangkan sudah 4 KALI saya dipaksa untuk mengikuti bisnis seperti ini.saya sangat berterimakasih pada website ini..trutama akan berguna jg untuk sesama umat muslim..
    saya akan print halaman ini dan memberitahu saudara2 disini yang masih buta dan lugu akan hal itu dan terus di ombang ambing dan di cuci otak oleh mlm..
    bagi yang sudah terlanjur ikut..
    saya hanya bisa mengingatkannya..
    toh itu semua kmbali lg pada kita..

    terimakasih untuk semuanya..
    wasalamm..

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.
    Semoga Allah memberkahi Anda wahai saudariku

  10. oiprayogi berkata:

    setuju… ana punya kasus. beberapa bulan yang lalu, ana jualan pulsa elektrik. belanja pulsa nitip teman. kemudian sebulan atau dua bulan kemudian teman ana itu menawarkan pindah agen ke My Pulsa. katanya ada bonus kalau kita bisa rekrut cabang. dari setiap penjualan cabang/member ana dapat bonus Rp xxx,xx. begitupun kalau member dari member ada penjualan, ana tetap dapatkan bonus sebesar setengah dari bonus member langsung. temen ana bilang ini bukan MLM, tapi bisnis pulsa elektrik cuma ada bonusnya. ana langsung cek ke websitenya. ada banyak macamnya website, tetapi yang ana simpulkan dari salah satu website My Pulsa yang menawarkan sistem bonus tersebut, maka ana simpulkan, bonus diberikan dengan sistem MLM. karena ana akan dapatkan bonus dari hasil penjualan downliner. Begitupun dari penjualan downliner di bawahnya lagi. Ketika ana sampaikan ke teman ana, dia ngotot itu bukan MLM. sehingga sekarang ana stop dari jualan pulsa elektrik. bagaimana pendapat antum tentang bisnis pulsa tersebut.

  11. raif berkata:

    assalamua’laikum waroh matullohi wabarokatuh. afwan kalo ana coba ikut komentar tentang mlm.ana pribadi sepakat dengan artikel diatas tentang system piramida yang merugikan downline yang dibawahnya. tapi sekedar ingin memberi informasi mlm berbeda dengan sistem piramida kerana sistem piramida yang ana tahu adalah sistem yang membuat downline tidak akan mampu melebihi bonus dari uplinenya.dan tanpa harus bekerja sang upline sudah mendapat keuntungan dari downline ini bisa dikenal dengan istilah money game. sementara mlm yang sebenarnya adalah sistem yang mengharuskan para mambernya untuk melakukan penjualan bukan hanya merekrut kemudian santai saja tanpa melakukan proses jual beli kemudian dapat bonus-bonus downline. karena mlm yang bener@marketing ada istilah tutup poin (yang dilkuakan dari penjualan) kemudian dalam sistemnya juga memungkinkan downline untuk dapat memilki bonus yang lebih besar dari upline. bonus menurut saya ini sesuatu yang wajar karena di perusahaan konvensional (bukan mlm) saja ini diberikan kepada para pegawai yang berprestasi. lalu apa bedanya dengan mlm karena mlm yang benar-benar melakukan penjualan juga mendapatkan bonus dari prestasi kerja (penjualan yang dilakukan). kembali lagi ke sistem piramida seandainnya mau dikaji justru perusahaan konvensional juga piramida sbgcontoh : pada perushaan konvensional ada direktur dibawahnya ada manajer kemudian dibawahnya lagi ada staff (dan seterusnya lihat struktur perusahaan konvensional yang ada) dan di perusahaan2 ini tidak memungkinkan seorang manajer mempunyai gaji atau bonus yang lebih besar dari direktur begitupun staff terhadap manajer walaupun prestasi atau kerja yang dilakuakan lebih dari yang diatasnya. jadi apakah ini bukan sistem piramida yang menindas orang yang dibawahnya ?. afwan skedar gambaran semoga bermanfaat dan menambah hasanah tentang mlm atau pun bisnis yang kategorinya dalam kerangka muamalah. semoga kita dapat menilai dengan bijak dan mau mempelajari marketing plan atau pun sistem bisnis yang ada sebelum menghakimi ataupun memberikan hukum dalam hal muamalah. wallahu a’lam bishowab. waa’laikum salam warohmatullohi wabarokatuh

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh

  12. Ummi Fathia berkata:

    Aslm.Jd ust,yg bkn hrmnya krn passive income dan gamblingnya ya?Sy jg punya saudara yg ngotot bgd dgn bisnis MLMnya,sampe bnyk menyita wktnya utk mngmbgkan jaringan dsb,susah sekali diingatkan,mhn doa ya smg cpt ‘kembali’. Waslm.

    Wa ‘alaikum salam. Ukhti mohon jangan menyingkat dalam memberikan salam karena salam adalah do’a. Semoga kita semua dimudahkan dalam menuju jalan yang diridloi-Nya, أللهم آمين

  13. mahmud allagony berkata:

    assalammuallaikum wr wb
    akhi klo ikut mlm klo cuman untuk dapet barangnya biar murah
    misal ana sekarang suka pake salah satu product mlm
    kata temen ana ikut aja katanya discount nya 30 persen
    ana sich seneng karna memang productny memang bagus
    ana udah langanan lebih 3 tahun ini
    hukumnya bagaimana klo hanya untuk mendapatkan potongan harga saja
    dan disana gak ada perintah njlimet mohon jawabannya akhi
    jazzakallahu khoiron katsiron

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.

    Allahu a’lam

  14. YONO berkata:

    Sebenarnya kebanyakan anggota Multi Level Marketing [MLM] ikut bergabung dengan perusahaan tersebut adalah karena adanya iming-iming bonus tersebut dengan harapan agar cepat kaya dengan waktu yang sesingkat mungkin dan bukan karena dia membutuhkan produknya.
    –> Apakah kita bekerja sebenernya benar2 ingin memproduksi mobil jika kerja di pabrik mobil, atau misal kita bekerja di pabrik krupuk kita jadi bangga luar biasa karena sudah bisa memproduksi (membuat) krupuk.. dan itulah ‘tujuan hidup kita? atau kita bekerja di bengkel motor tujuan kita adalah semangat untuk memperbaiki motor orang hingga kita bangga jika orang tersebut bisa kembali bekerja dgn motor tsb. .atau..atau.
    Tujuan semuanya kan sama saja UANG! jadi apakah pekerjaan lain juga haramm?? kita bekerja di pabrik mobil kan tidak peduli mau diapain mobil tsb, mau dipakai siapa, mau dikirim kemana.. jika kerja di bengkel jug kita gak ada urusan mau dipakai kemana motor tsb apakah mau buat kerja..seklah ataw dijual, kita bekerja hanya satu tujuannya: untuk mendapat penghasilan alias UANG! sama saja bin sami mawon..

    Bisnis model ini adalah perjudian murni, karena beberapa sebab berikut ini, yaitu :
    –> harus ada penelitian mana yg judi dan mana yg tidak karena MLM memang Beda-beda.. ada yg murni bisnis/dagang ada yg sekedar memutarkan uang. dan HARUS ada fatwa jelas..!! tidak vonis membabi buta spt ini…

    [1]. Sebenarnya anggota Multi Level Marketing [MLM] ini tidak menginginkan produknya, akan tetapi tujuan utama mereka adalah penghasilan dan kekayaan yang banyak lagi cepat yan akan diperoleh setiap anggota hanya dengan membayar sedikit uang.
    –> sudah dijawab diatas..

    [2]. Harga produk yang dibeli sebenarnya tidak sampai 30% dari uang yang dibayarkan pada perusahaan Multi Level Marketing [MLM].
    –> harus ada data dan penelitian, tidak ASAL mengklaim spt ini.. dari mana bisa mendapat prosentase spt itu? didunia akademisi dan per-statistikan kalo tidak ada data akurat dan ilmiah diketawain habis pendapat yg seperti ini.
    Dan yang paling penting, BUANYAK produk yg harga produksinya murah bangets tapi dijual mahal.. dan kita mau membeli dan tidak ada fatwa haram! kenapa..? karena selama akad DISETUJUI kedua pihak maka akad jual beli itu sah! selesai..titik..!!
    Kalao masalah harga sih.. banyak contohnya dan kita TIDAK PERNAH ngeluh atau komplain: berapa harga buah merah Papua..berapa dijual?, berapa harga produksi motor (kalo ada yg belum tahu nih: sekitar 5 jutaan saja!) dan anda-anda mau maunya di bodohi delaer dengan harga berapa??, Berapa harga produksi rumah RS atau yg setara dr developer.. & berapa dijual??, berapa harga gabah/beras dr petani dan berapa dijual kepada kita??, berapa menit kita mampir di bandara.. & 30ribu melayang apa kita pernah komplain ke PT Angkasa Pura?, Berapa harga modal TEMPE goreng (yg dipotong jd banyak+dipenyet/digencet) dan berapa dijual ke kita? (toh tetep kita beli dan kita santap!), berapa harga produksi teh celup 1 kotak (murah kan) dan berapa dijual setelah dikemas plastik atau setelah di jual di warung??, dan banyak lagi..dan banyak lagi..!!

    [3]. Bahwa produk ini biasa dipindahkan oleh semua orang dengan biaya yang sangat ringan, dengan cara mengakses dari situs perusahaan Multi Level Marketing [MLM] ini di jaringan internet.
    –> lagi-lagi analisa ngawur! kebanyakan malah barang produksi diantar langsung ke daerah (di tempatkan di stokist) dan banyak yg bebas bea kirim kpd anggota… ini benar2 data ngawur! RAta2 MLM ya belinya di stokist.

    [4]. Bahwa perusahaan meminta para anggotanya untuk memperbaharui keanggotaannya setiap tahun dengan diiming-imingi berbagai program baru yang akan diberikan kepada mereka.
    –>Banyak sekali MLM yg CUMA daftar sekali untuk seumur hidup!!

    [5]. Tujuan perusahaan adalah membangun jaringan personil secara estafet dan berkesinambungan. Yang mana ini akan menguntungkan anggota yang berada pada level atas (Up Line) sedangkan level bawah (Down Line) selalu memberikan nilai point pada yang berada di level atas mereka.
    –> Lha kalo down line jd upline kan dia untung juga.. wah gimana sih ! Kalau masalah upline lebih untung coba pikir ini:
    Jutaan BURUH didunia hanya mendapat gaji kecil (Termasuk anda dan kita) & Atasan atau BOS bahkan OWNER punya gaji luar biasa jutaan!! jika MLM sudah pasti ada iming2 bonus yang PASTI akan diberi jika mencapai level tertentu maka perusahaan BELUM TENTU mau memberi imbalan layak kpd karyawan, ada yg susaaaaah naik grade krn atasan tidak suka..ada yg sampe bongkotan tidak naik grade, ada yg rajin masuk dan disiplin waktu tapi lelet/males kerjanya dan dapat bonus full sementara yg kadang telat tapi kerjanya BAGUS malah dapat bonus dikit. Banyak buruh yg bergaji 1 juta saja sementara bosnya gaji hingga 40juta /bulan!! enak dong “upline” nya..
    di MLM downline bisa (pasti) jadi upline jika bekerja keras bertahun2 dan mampu menapaki jenjang yg harus dilalui, di perushaan.. ada gak karyawan lulusan STM atau SMEA yg bisa jadi CEO?? ada juga yg jadi Section Head meski cuma STM itupun harus menjilat selama karirnya.. Dan kita yg tidak suka/benci sistem MLM kok ya mau-maunya di bodohi oleh para Kapitalis pemilik modal yg memeras tenaga buruh tanpa imbalan layak dan tanpa jenjang karir pasti!
    Mana yg lebih adil???

    silahkan dipertimbangkan!

    btw: kalau masalah Fatwa, ada yg sudah jelas yaitu fatwa MUI.
    Dan untuk urusan siapa ulama yg mau kita ikuti tergantung MANHAJ yg kita jalani dan ikuti dan yakini, tidak bisa kita ikut manhaj A lalu dibenturkan dengan ulama dr manhaj B. Ini yg harus dimengerti..!!
    Syaikh Albani mengharamkan kredit.. tapi apakah kita kredit Motor..rumah juga? Syaikh Albani mengharamkan PARTAI ..juga mengharamkan pakaian celana pantalon, nasyid, demo, juga menharamkan WANITA kerja keluar rumah tanpa mahram.. dsb..dll..
    Kita mau ikut yang mana???

    Yang penting Nabi kita yang PASTI BENAR dan Maksum cuma Rasulullah SAW, bukan kayai A, kyai B, Gus A Gus B atau syaikh A termasuk syaikh Albani.

  15. Heri berkata:

    [1]. Sebenarnya anggota Multi Level Marketing [MLM] ini tidak menginginkan produknya, akan tetapi tujuan utama mereka adalah penghasilan dan kekayaan yang banyak lagi cepat yan akan diperoleh setiap anggota hanya dengan membayar sedikit uang.
    > Sebagian iya, tapi tidak semua. Saya menjual produk MLM, dimana pelanggan saya tidak menjadi member tapi senang dengan produk MLM tersebut dan mengkonsumsi tiap bulan.

    [2]. Harga produk yang dibeli sebenarnya tidak sampai 30% dari uang yang dibayarkan pada perusahaan Multi Level Marketing [MLM].
    > Bisa jadi benar, tapi produk tersebut langsung dari produsen ke distributor, tidak melalui agen negara, agen wilayah, dan pengecer. Jadi margin yang besar tersebut dibagi ke jaringan sebagai konsekuensi tidak adanya agen2. Harga salah satu produk MLM saya bahkan lebih rendah dari produk lokal sejenis yang dipasarkan secara konvensional.

    [3]. Bahwa produk ini biasa dipindahkan oleh semua orang dengan biaya yang sangat ringan, dengan cara mengakses dari situs perusahaan Multi Level Marketing [MLM] ini di jaringan internet.
    > maaf, tidak bisa berkomentar karena tidak mengerti maksud pernyataan di atas

    [4]. Bahwa perusahaan meminta para anggotanya untuk memperbaharui keanggotaannya setiap tahun dengan diiming-imingi berbagai program baru yang akan diberikan kepada mereka.
    > Sebagian iya, tapi tidak semua. Namun kalau biaya memperbaharui keanggotaan tersebut wajar, mengapa tidak. Pengalaman saya, dalam sebulan saya bisa mendapat keuntungan retail (selisih harga konsumen dengan harga distributor) 500 rb hanya dengan menjualnya ke keluarga2 saya (bukan member) yang memang suka dengan produk MLM kami.. sementara biaya memperbarui keanggotaan hanya 50 rb.

    [5]. Tujuan perusahaan adalah membangun jaringan personil secara estafet dan berkesinambungan. Yang mana ini akan menguntungkan anggota yang berada pada level atas (Up Line) sedangkan level bawah (Down Line) selalu memberikan nilai point pada yang berada di level atas mereka.
    > Betul, tapi ingat bisnis konvensional pun demikian. Konsumen memberi untung kepada pengecer, pengecer memberi untung kepada agen kota, agen kota memberi untung kepada agen propinsi, dst sampai produsen.
    Bedanya, untuk jadi distributor konvensional Anda harus punya modal besar, sementara MLM cukup dengan 50 rb saja. MLM memberikan kesempatan buat orang yang hanya punya otot dan tidak punya uang untuk bersaing secara adil.

    Mohon jangan menghukumi sesuatu yang kita tidak terlalu tahu.

  16. meuthia berkata:

    Assalamualaikum…
    stlh saya baca komentar2nya, kesimpulan saya: ada yang tau karena memang berwawasan, ada yang belum tau tapi ingin cari tau…tapi ada juga yang sok tau karena angkuh. Ini cerita nyata, Karena saya adalah pelaku bisnis MLM sejak februari 2004 dan tentunya sampai sekarang…

    Dahulu, sebelum tahun 2001, Karena wawasan yang kurang tentang MLM, saya begitu membenci dan mencerca MLM seakan-akan punya pengalaman buruk dgn bisnis ini. Padahal nggak sama sekali. jadi malu banget tentang wawasan saya yang sempit, setelah saya bekerja di sebuah perusahaan MLM kosmetik asal Swedia di tahun 2001 sebagai kepala cabang yang punya tanggung jawab seabrek…

    Berhubung kerja di perusahaan Direct Selling / MLM, maka saya dituntut untuk berwawasan jika tidak ingin di sebut pintar. Selain baca buku dan majalah tentang bisnis, Network Marketing, profil-profil orang sukses di bisnis MLM, saya juga terpaksa rajin ke seminar – seminar apa saja yang berhubungan dengan bisnis dan MLM.

    Ketika saya merasa sudah pintar karena nambah wawasan tentang MLM…maka setelah 2.6 tahun jadi karyawannya, saya mengundurkan diri dengan alasan ingin terjun ke bisnisnya langsung. Kenapa? Ya cukuplah kerja keras di kantoran dengan loncat sana loncat sini ke berbagai perusahaan selama 12.5 tahun tapi hasilnya hanya umur yang bertambah tanpa pendapatan yang bertambag banyak. Alhamdulillah nambah sih…tapi hanya satu tahun sekali dan itupun cuma belakang angkanya saja yang bergerak…angka depannya tetap.

    Alhamdulillah, dari awal saya sudah tau, tidak ada bisnis yang leyeh leyeh tapi duit masuk. Orang – orang yang sukses di bisnis manapun adalah pekerja keras. Yang malas…silahkan kerja saja di kantoran…karena malas atau rajin akan sama saja penghasilannya (psst, maaf…tapi saya 12 tahun mengalaminya kok..) Dan karena saya sadar, saya pekerja keras, jadi bisnis ini fair untuk saya,karena saya yang akan menentukan penghasilan saya. Bukan atasan saya. Kenapa juga saya pilih MLM? karena dulu saya ga punya uang mau bisnis sewa mobil dan kos-kosan…Sekarang Alhamdulillah..dari bisnis MLM 2 tahun…saya punya bisnis lain, yaitu sewa mobil dan Kos-kosan.

    Kalo soal halal apa nggak halal…suami saya Pak Haji, mertua, ibu, sekeluarga haji dan hajjah yang berjilbab…ngerti banget MLM yang haram adalah MLM yang cuma merekrut orang saja tapi udah dapat uang, padahal nggak ada transaksi jual beli barang. MLM yang begini, namanya money game. Ada ga di Indonesia? Banyak. Ga usah disebut…yang jelas, MLM yang halal, semua harus masuk dalam anggota APLI (asosiasi Penjual Langsung Indonesia), jadi kalo di tawarin MLM, cek dulu, ada dalam APLI tidak? Nah..mLM saya ada dalam APLI.

    Ada lagi yang komentar kejam banget, yang sukses orang-orang yang makan Babi. Alhamdulillah…saya dan downline2 saya peringkat TOP leader ga makan babi sejak baby! Buat jadi sukses, bukan BABI syaratnya, tapi kerja dan doa.

    Ada yang bilang, MLM cuma nguntungin atas-atasnya…(duuuh….di kantor tuh, baru deh yang untung atas – atasnya aja!. Di sini, contoh nyata…upline saya…kakak ipar saya..bonusnya cuma seperempat lebih dikit dari jumlah bonus saya yang puluhan juta.Waktu baru 3 bulan bergabung, malah saya dapat 3 juta, upline saya 400ribu doank!)

    Kalo dibilang orang-orang MLM ga seneng produknya, cuma pengen duitnya aja…nahhh itu yang money game! saya tambah lagi wawasan Anda…carilah MLM yang PRODUKNYA REPEAT ORDER dan marketnya luaaaas banget…harganya bukan hanya masuk akal…tapi bener-bener terjangkau jadi si member juga bisa pakai.

    Kalo soal tepuk tangan di pertemuan MLM…mungkin saya jelaskan seperti ini: dalam mencari rejeki, haruslah semangat…dimanapun! semakin menggerutu seseorang tentang pekerjaannya, semakin jauh rejekinya. semakin lemas dalam mengerjakan pekerjaan, semakin malas saja rasanya. Jadi..kalo disuruh tepuk tangan…itu hanya untuk menyemangati diri sendiri, ga ada yang salah!!

    Jadi…siapa Anda…sbenernya terlihat dari cara berfikir Anda.

    Oh ya…Alhamdulillah…sejak hampir 4 tahun di bisnis ini…saya hanya mau sharing tentang nikmat yang Allah berikan ke saya melalui bisnis ini. Yang tidak enaknya, Alhamdulillah terlalu sedikit dibanding nikmatnya, sehingga tidak akan saya sharingkan.

    1. penghasilan luar biasa setiap bulan..padahal…saya cuma lulusan D3 (dimana ada perusahaan yang mau gaji saya puluhan juta? sementara saya cuma lulusan D3)

    2.menciptakan lapangan usaha bagi ribuan orang yang sudah bergabung. puluhan orang diantaranya berpenghasilan puluhan juta/bln sambil bisa tetap mengatur waktu dengan anak dan suaminya.

    3. Menjadi kebanggaan suami, anak, ibu, teman…alhamdulillah banyak. Yang dulu menolak nolak saya bergabung juga akhirnya bangga walaupun ada yang tetap tidak bergabung…(nggak masalah…ini masalah masa depan saya dan keluarga, bukan mereka)

    4. jalan-jalan ke luar negeri setiap 6 bulan sekali… Alhamdulillah…bisa menyaksikan kebesaran Allah di negara-negara lain dengan gratis tis tis..orang kaya aja belum tentu bisa jalan-jalan tiap 6 bulan keliling eropa gratis!

    5. Mobil baru yang nggak pernah kebeli selama ini dengan uang tabungan. Tapi sekarang dapatnya Alhamdulillah malah gratis dari kerja keras selama 3 tahun.

    6. punya banyak orang-orang berfikiran positive, semangat dan mau belajar disekeliling saya.

    7. Ratusan downline-downline yang menghargai saya dimana ketika saya hanya maju ke panggung saja mereka tidak berhenti bertepuk tangan sambil berdiri menyambut saya. sekarang Anda bayangkan…sekalipun Anda banyak uang, bisakah anda membayar seseorang, dua orang, puluhan orang untuk menghargai ANda, bertepuk tangan menyemangati Anda? hehehe…

    terakhir, saya sharing tentang orang-orang yang JANGAN pernah ikut bisnis MLM, karena akan percuma, adalah:
    1. Orang yang angkuh dan sombong. (karena orang – orang ini tidak akan mau rendah hati untuk belajar dari orang – orang yang terlihat lebih rendah darinya, atau lebih muda, atau tidak setara dengannya)

    2. orang malas, karena orang seperti ini akan punya 1000 alasan.

    buat yang negative thinker, sok tau atau benci MLM…itu hanya kurang wawasan saja…siapa tau setelah agak pintar karena banyak baca Anda akan menjadi salah satu kebanggaan keluarga lewat bisnis MLM. Insya Alloh.

    Wassalam

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh
    Dari komentar Anda ini nyata benar akan kesombongan Anda. Hanya dikarenakan Anda memiliki suami dan mertua “HAJI” Anda menyatakan tidak perlu lagi keterangan tentang HALAL dan HARAM. Katahuilah, Allah Ta’ala telah berfirman (artinya):”Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”.

    Kembali menilik kementar Anda. Sesungguhnya Anda telah banyak menunjukkan kepada kami akan kebodohan tentang syari’at ini, misal:

    1. Anda menganggap remeh masalah bertepuk tangan, padahal tepuk tangan adalah salah satu cara ibadah orang-orang kafir. Perhatikan firman-Nya berikut ini: “Sholat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan..” (QS. Al-Anfaal: 35).
    2. Anda berbangga dapat pergi ke LN dengan gratis melalui MLM yang Anda geluti tetapi Anda tidak memperhatikan ttg hukum pergi/safar ke negeri kafir.
    3. Anda menyatakan dengan bangganya bahwa jika Anda datang dalam pertemuan maka semua orang yg hadir menyambut Anda dengan berdiri. Ketahuilah, bahwa perbuatan ini adalah salah satu perbuatan yang dilarang oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

    Semoga tanggapan ini dapat bermanfaat bagi saya dan Anda, Allahu A’lam.

    Kuwait, 19 Rabi’ul Awwal 1429 H – 26 Maret 2008

  17. pakisbintaro berkata:

    Assalamu’alaikum.
    Akh Abdurrahman, mengenai Hukum Berdiri Untuk Menyambut bukankah itu diperbolehkan? Tolong lihat d http://asysyariah.com/print.php?id_online=601
    D situ jg ad hukum bertepuk tangan yg memang dilarang.

    Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.

    Alhamdulillah kami telah baca artikel link yang antum cantumkan, Jazakumullah khoiron.

    Silakan antum baca kembali pada jenis2 berdiri, khususnya pada poin ke-2. Jenis berdiri inilah yang biasa dilakukan oleh orang-orang dalam pertemuan, Allahu A’lam.

  18. Riez berkata:

    Assalamu’alaikum
    Saya pernah membaca fatwa ini disebuah majalah, saya langsung berhenti MLM wlo jujur dgan berat hati (wkt itu)..
    Saya merasa tganggu dgan beberapa komentar..
    sebegitu hebatx kah kalian hingga berani mengomentari suatu fatwa? Sampai mengomentari Syaikh Albani?
    Sebegitu luaskah wawasan kalian hingga berpikiran bahwa wawasan beliau sempit?
    Kalian tdk berpikir kalau memutuskan suatu fatwa semudah membalikkan telapak tangan kan?
    Kalian menginginkan kebenaran atau pembenaran?
    Sadar om… Pikiran boleh kritis, tpi liat dong siapa yg dkritisi…Memangx anda siapa?
    Silahkan jawab sendiri.
    Wassalamu’alaikum

  19. muhammad berkata:

    Assalamulaikum

    hmm soal MLM. Dulu ana kenal seorang ustadz yang ikut MLM singa langit karena tidak tahu. Passive incomenya dah 6 jt/ bulan. Mendengar fatwa ini langsung dia tinggalkan.Wahai saudaraku dunia ini luas. Rejeki itu bukan dari MLM tapi dari Allah. Akhi antum menjawab kepada orang awam akhsan dengan kelembutan. Karena mereka tidak mengerti dan mereka terkungkung oleh ketidaktahuan. . Syukron

  20. ninetriple1 berkata:

    Assalamualaykum
    sungguh kasihan orang2 yg masih merasa dirinya benar dalam mencari rizki Allah dgn menggunakan sistem MLM, padahal telah nyata2 keharaman sistemnya dalam syariat Islam, namun masih membutakan diri pada kebenaran syariat islam demi harta dan kebanggaan duniawi semata, semoga anda2 yg masih bergelut dgn sistem MLM nan haram tersebut mendapat hidayah dari Allah agar segera lepas dari sistem haram tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s